Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dinyatakan Aman, UEA Setujui Gunakan Vaksin Covid-19 Produk Sinopharmin

Menteri Kesehatan Abdulrahman Al-Owais mengatakan vaksin akan tersedia untuk "pahlawan garis pertahanan pertama”, yang paling berisiko tertular Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 September 2020  |  06:08 WIB
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). - Antara
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) kemarin memberi persetujuan darurat bagi petugas kesehatan untuk menggunakan vaksin Covid-19 yang saat ini dalam pengujian tahap ketiga.

Menteri Kesehatan Abdulrahman Al-Owais mengatakan vaksin akan tersedia untuk "pahlawan garis pertahanan pertama”, yang paling berisiko tertular Covid-19.

Tujuannya untuk melindungi mereka dari bahaya yang mungkin mereka hadapi karena sifat alami pekerjaan mereka, ujarnya seperti dikutip ArabNews.com, Selasa (15/9/2020).

Dia menambahkan: "Penggunaan darurat vaksin ini sepenuhnya telah sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang memungkinkan peninjauan ulang lebih cepat atas prosedur perizinannya."

Vaksin Covid-19 tersebut merupakan satu dari 26 vaksin di dunia yang telah mencapai tahap uji coba pada manusia dan dikembangkan oleh perusahaan farmasi yang berbasis di China, Sinopharmin.

UEA dipilih untuk tahap ketiga pengujian manusia dan uji coba dimulai pada Juli bersama dengan perusahaan G42 Healthcare dan pemerintah Abu Dhabi.

Al-Owais mengatakan hasil dari tahap akhir uji coba tahap ketiga "menunjukkan bahwa vaksin itu aman, efektif dan menghasilkan respons yang kuat melalui pembentukan antibodi melawan virus.

Dia menambahkan: "Langkah-langkah ini diambil dengan tujuan untuk melestarikan kehidupan jutaan orang dan memberikan perawatan kesehatan bagi mereka yang terinfeksi."

Drnawal Al-Kaabi, kepala Komite Klinik Nasional untuk Virus Corona UEA, mengatakan sekitar 31.000 sukarelawan, termasuk daari 125 negara, telah mengambil bagian dalam uji klinis tersebut.

Dia mengatakan hanya efek samping ringan yang dilaporkan terjadi sejauh ini dengan vaksin apa pun. Akan tetapi tidak ada yang mengalami efek samping yang parah.

Pengumuman penggunaan vaksin itu muncul di tengah lonjakan kasus Covid-19 baru di UEA yang melaporkan 1.007 kasus pada Sabtu. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak dimulainya pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top