Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menlu Retno Minta Negara G20 Jadi Penggerak Akses Vaksin Covid-19

Retno juga menyatakan pentingnya peningkatan solidaritas dan kerja sama internasional dalam kesiapsiagaan dan respons mengatasi pandemi Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 September 2020  |  11:20 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Foreign Policy and Global Health (FPGH) yang dipimpin  Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mendesak negara-negara anggota G20 untuk mendukung upaya global mengakhiri pandemi Covid-19 dengan akses vaksin yang setara dan harga terjangkau.

Permintaan itu disampaikan Retno dalam acara press briefing secara virtual hari ini, Jumat (5/9/2020) bersama sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri, termasuk Juru Bicara Teuku Faizasyah.

Menurutnya, FPGH yang terdiri dari tujuh negara masing-masing Brasil, Prancis, Indonesia, Norwegia, Senegal, Afrika Selatan dan Thailand sepakat berkomitmen penuh mendukung upaya global mengakhiri pandemi Covid-19.

''Komitmen tersebut merupakan kontribusi positif negara-negara anggota FPGH dalam mendukung kepemimpinan WHO serta kerja sama dan solidaritas masyarakat global memerangi Covid-19,'' kata Menlu.

Retno juga  menyatakan pentingnya peningkatan  solidaritas dan kerja sama internasional dalam kesiapsiagaan dan respons mengatasi pandemi Covid-19.

Pada bagian lain Retno mengatakan pengadaan vaksin Covid-19 yang setara dan  murah juga harus diiringi oleh sistem kesehatan yang kuat di setiap  negara.

“FPGH ingin memastikan akses vaksin  bagi semua harus berjalan seiring dengan sistem kesehatan yang kuat setiap negara karena arsitektur kesehatan global harus ditopang dengan sistem yang kokoh,” katanya.

Retno juga mendesak agar negara-negara G20  menjadi motor penggerak bagi akses vaksin yang setara, aman dan murah. Dia optimistis G20 akaan mampu menggalang solidaritas global untuk keluar dari krisis kesehatan saat ini sebagaimana juga saat terjadi krisis keua gan pada tahun 1999.

Untuk diketahui, FPGH adalah forum yang diluncurkan oleh 7 menteri luar negeri yaitu:  Menteri Luar Negeri Indonesia, Thailand, Brasil, Perancis, Norwegia, Afrika Selatan dan Senegal pada pada tahun 2006.

Pada pertemuan FPGH Maret 2007 di Oslo, Norwegia, telah disepakati Oslo Ministerial Declaration yang antara lain menegaskan tujuan FPGH untuk membangun sinergi antara kebijakan politik luar negeri dengan kesehatan global pada berbagai forum bilateral, regional dan multilateral.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin retno l.p. marsudi covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top