Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Strategi KKP Pulihkan Wisata Bahari

Pengembangan Dewi Bahari merupakan rencana pembangunan sarana prasarana serta peningkatan kapasitas pengelola wisata bahari.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 01 September 2020  |  16:31 WIB
Berenang bersama anak hiu. - ilustrasi
Berenang bersama anak hiu. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merumuskan dua strategi kebijakan untuk memulihkan wisata bahari di tengah pandemi virus corona.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengatakan dua strategi tersebut antara lain pengelolaan destinasi wisata bahari berbasis masyarakat melalui program Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari) dan program padat karya untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak Covid-19.

"Program pengembangan Dewi Bahari merupakan amanat pemerintah untuk mengembangkan dan mendukung program prioritas nasional di bidang pariwisata dalam meningkatkan devisa negara serta pendapatan masyarakat," ujar Edhy dalam siaran persnya, Selasa (1/9/2020).

Dijelaskannya, program ini berbasis desa yang komprehensif mulai dari perencanaan, pembangunan sarana prasarana, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga fasilitasi kemitraan, serta merupakan salah satu cara agar masyarakat dapat melestarikan lingkungan pesisir dan laut sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui sektor pariwisata.

Oleh karena itu, Edhy meminta para pemangku kepentingan turut serta dalam pelaksanaan program tersebut, tak terkecuali Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan sinergi menjadi kata kunci dalam mengembangkan wisata bahari. Menurutnya, wisata bahari merupakan salah satu andalan devisa dan kekayaan alam Indonesia, serta bisa mengembangkan ekonomi secara nasional maupun kerakyatan.

“Kita hanya bisa restarting wisata bahari kalau kita bekerjasama. Perlu disiapkan paket-paket wisata baharinya, nggak perlu massal," kata Perry yang hobi diving itu.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Aryo Hanggono menyebut pihaknya tengah menyusun roadmap dan perencanaan destinasi wisata bahari.

Menurut Aryo, dokumen tersebut akan menjadi dasar pengembangan Dewi Bahari termasuk rencana pembangunan sarana prasarana serta peningkatan kapasitas pengelola wisata bahari.

“Harapannya ketika destinasi wisata bahari kembali dibuka dapat menarik lebih banyak wisatawan dan lebih siap dalam melayani kebutuhan para wisatawan,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi kkp wisata bahari
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top