Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mustapha Adib Perdana Menteri Lebanon Pengganti Hassan Diab

Mantan PM Fouad Siniora, yang berbicara atas nama kelompok yang bertemu kemarin, mengatakan Adib harus segera membentuk pemerintahan yang mampu melaksanakan reformasi yang telah lama tertunda.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  07:20 WIB
Mustapha Adib - Istimewa
Mustapha Adib - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sekelompok mantan perdana menteri Lebanon yang berpengaruh memilih diplomat yang kurang dikenal Mustapha Adib untuk memimpin pemerintahan negara berikutnya dan proses pengangkatannya dilakukan hari ini, Senin (31/8/2020).

Mantan PM Fouad Siniora, yang berbicara atas nama kelompok yang bertemu kemarin, mengatakan Adib harus segera membentuk pemerintahan yang mampu melaksanakan reformasi yang telah lama tertunda seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (3/8/2020).

Selain itu, dia juga bertugas mengawasi rekonstruksi Beirut menyusul ledakan besar yang menewaskan sedikitnya 190 orang dan merusak sebagian besar ibu kota pada 4 Agustus lalu.

Kelompok empat mantan perdana menteri itu mewakili jumlah terbesar dari anggota parlemen Muslim Sunni di parlemen Lebanon, termasuk blok Gerakan Masa Depan ynag dipimlin mantan Perdana Menteri Saad Hariri.

Dukungan mereka dipandang penting untuk keberhasilan perdana menteri, yang di bawah pakta pembagian kekuasaan sektarian mengatur bahwa Lebanon harus selalu dipimpin kaum  Sunni.

Mantan Perdana Menteri Hassan Diab mendapat dukungan hanya beberapa dari 27 anggota parlemen Sunni di samping sedikit dukungan populer.

Pemerintahan enam bulannya, yang mengundurkan diri setelah ledakan 4 Agustus lalu, secara luas dipandang gagal membuat kemajuan dalam reformasi ekonomi dan politik.

Dia menghadapi aksi protes besar-besaran yang menyebabkan pengunduran diri Hariri  sebagai perdana menteri tahun lalu.

Pada pagi ini, Presiden Michel Aoun akan mengadakan konsultasi mengikat dengan anggota parlemen untuk melakukan mosi formal memilih perdana menteri berikutnya.

Perdana menteri kemudian harus membentuk pemerintahan, sebuah proses yang di masa lalu memakan waktu berbulan-bulan.

Konsultasi akan dimulai dengan tiga dari empat mantan perdana menteri dan blok Gerakan Masa Depan Hariri, yang semuanya akan mencalonkan Adib.

Adib merupakan seorang Duta Besar Lebanon untuk Jerman.

Sebagian besar blok besar lainnya, termasuk Hizbullah, Gerakan Amal, dan Gerakan Patriotik Bebas, telah mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung Adib.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebanon perdana menteri
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top