Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Jepang Shinzo Abe Mundur, Siapa Ya Calon Penggantinya?

Di antara sejumlah kandidat, terdapat nama Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri Taro Aso, yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang tahun 2008-2009.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  15:01 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo disambut oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada saat kedatangannya untuk sesi foto sambutan dan keluarga di KTT para pemimpin G20 di Osaka Jepang, 28 Juni 2019. - Reuters
Presiden Indonesia Joko Widodo disambut oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada saat kedatangannya untuk sesi foto sambutan dan keluarga di KTT para pemimpin G20 di Osaka Jepang, 28 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Belum dapat dipastikan siapa yang akan menggantikan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe jika ia mengundurkan diri dari posisinya. Namun, sejumlah nama dikabarkan berpotensi menjadi melanjutkan kepemimpinan perdana menteri terlama Jepang tersebut.

Dilansir dari Japan Times, sebelum berita pengunduran diri Abe tersiar Sekretaris Jenderal Partai Demokratik Liberal (LDP) Toshihiro Nikai mengatakan kepada program TBS TV bahwa Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Abe.

“Dia memiliki kemampuan yang hebat. Dia memiliki kemampuan untuk bertahan,” kata Nikai.

Nikai juga menambahkan bahwa kepala kebijakan LDP Fumio Kishida dan mantan Sekretaris Jenderal LDP Shigeru Ishiba juga kemungkinan menjadi kandidat Perdana Menteri.

Dalam survei Kyodo yang dilakukan selama akhir pekan, 23,3 persen mengatakan Ishiba cocok menjadi PM berikutnya, sementara 11 persen mengatakan Abe harus tetap bertahan. Menteri Lingkungan Hidup Shinjiro Koizumi menyusul dengan 8,4 persen, Menteri Pertahanan Taro Kono 7,9 persen, dan Kishida 2,8 persen.

Ishiba, yang juga Mantan menteri pertahanan Jepang, mendukung kebijakan ekonomi yang dipandang lebih populis daripada Abe. Namun, dia berjuang untuk mendapatkan dukungan yang cukup di dalam jajaran parlemen LDP.

Sementara itu, Kishida telah lama dianggap sebagai calon perdana menteri dan menikmati banyak dukungan partai. Tapi dia kurang populer di kalangan publik atau banyak cabang regional dan kemungkinan sulit mendapatkan suara untuk mengklaim kursi kepresidenan partai dan Perdana Menteri.

Koizumi, putra mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi, diyakini kurang mendapat dukungan partai. Dalam beberapa pekan terakhir, nama Menteri Pertahanan Taro Kono juga disebut-sebut sebagai calon penerus.

Terakhir, ada Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri Taro Aso. Aso adalah bagian dari lingkaran dalam Abe dan juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri pada tahun 2008 hingga 2009, sebelum dikalahkan oleh partai oposisi dalam Pemilu.

Diberitakan sebelumnya Shinzo Abe berencana untuk mengundurkan dari kursi Perdana Menteri diri karena alasan kesehatan, sekaligus mengakhiri pencalonannya sebagai perdana menteri terlama di negara tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Abe akan mengumumkan pengunduran diri pada Jumat (28/8/2020) sore hari waktu setempat dalam pertemuan Partai Demokrat Liberal, seperti dilaporkan oleh Kyodo News. Dia juga dijadwalkan memberikan konferensi pers pada pukul 17.00 sekaligus membahas kesehatannya.

Perdana menteri berusia 65 tahun telah mengunjungi Rumah Sakit Universitas Keio dua kali dalam dua pekan terakhir. Ia mengaku wartawan bahwa dia sedang menjalani tes untuk menjaga kesehatannya.

Meskipun pemerintah hanya memberikan sedikit perincian, media lokal mengatakan dia sebenarnya menjalani perawatan untuk radang usus besar. Penyakit pencernaan kronis ini pun yang memaksanya mundur sebagai perdana menteri pada tahun 2007.

Sebelumnya, Abe pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada tahun 2006. Namun, hanya setahun setelahnya, dia memutuskan untuk mengundurkan diri karena masalah kesehatannya tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shinzo abe
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top