Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Respons Filipina, Malaysia Tegaskan Kedaulatan Atas Sabah

Malaysia mengeluarkan pernyataan tegas untuk memastikan bahwa Sabah selamanya milik negeri itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  12:03 WIB
Ilustrasi-Bendera Malaysia di pusat bisnis Kuala Lumpur - Bloomberg/Joshua Paul
Ilustrasi-Bendera Malaysia di pusat bisnis Kuala Lumpur - Bloomberg/Joshua Paul

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Malaysia bereaksi keras terkait kepemilikan atas Pulau Sabah yang "digoyang" Filipina.

Kementerian Luar Negeri Malaysia, Wisma Putra, menegaskan bahwa Negara Bagian Sabah adalah bagian dari Malaysia untuk selamanya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan Malaysia sudah membuat pendirian sebelum ini mengenai Sabah dan tidak ada persoalan lagi mengenai negara bagian tersebut.

"Sabah selamanya akan menjadi bagian daripada Malaysia," katanya melalui cuitan di twitter, Selasa.

Politikus UMNO ini juga membagi videonya saat pidato di Parlemen pada 5 Agustus lalu bahwa Malaysia menentang ucapan pejabat Filipina Teodoro Locsin Jr yang mengatakan "Sabah tidak di wilayah Malaysia".

Dalam video tersebut Hishamuddin menganggap pernyataan tersebut sebagai tidak bertanggung jawab karena menyatakan Sabah bukan bagian dari Malaysia.

Sebelumnya media Filipina menyatakan Komite Urusan Luar Negeri DPR telah menyetujui RUU pengganti yang mewajibkan pencetakan peta negara, termasuk zona ekonomi eksklusif 200 mil dan Sabah, pada paspor.

Komite tersebut menegaskan langkah yang mengharuskan pencetakan peta negara pada paspor bertujuan untuk menekankan dan menegaskan kemenangan Filipina di Laut Filipina Barat atas China pada Pengadilan Arbitrase di Den Haag, Belanda.

RUU tak bernomor yang disetujui Kamis lalu juga mendorong diskon 32 persen untuk biaya pemrosesan, penerbitan, dan pembaruan paspor untuk warga senior.

Filipina baru-baru ini mengajukan protes diplomatik terhadap agresi China di Laut Filipina Barat, sebuah tindakan yang diklaim terakhir sebagai "provokasi ilegal" di perairan yang diperebutkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia sabah filipina

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top