Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FDA Janjikan Terapi Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

FDA menyatakan lebih dari 70.000 pasien telah dirawat dengan plasma yang dibuat menggunakan darah orang yang telah pulih dari infeksi Virus Corona.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  10:08 WIB
RSPAD Gatot Soebroto melakukan uji terappi plasma darah untuk pasien Covid-19. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
RSPAD Gatot Soebroto melakukan uji terappi plasma darah untuk pasien Covid-19. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan otorisasi penggunaan plasma yang dapat mengobati Covid-19 dengan menyatakan "manfaat dan potensial dari sistem pengobatan tersebut lebih besar daripada risikonya.

FDA menyatakan lebih dari 70.000 pasien telah dirawat dengan plasma yang dibuat menggunakan darah orang yang telah pulih dari infeksi Virus Corona.

"Hari ini saya senang mengumumkan sesuatu yang benar-benar bersejarah dalam pertempuran kami melawan virus China yang akan menyelamatkan banyak nyawa," kata Presiden Trump dalam sebuah briefing di Gedung Putih seperti dikutip CNN.com, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, keputusan hari ini secara dramatis akan meningkatkan akses ke pengobatan yang lebih menjanjikan.

Pekan lalu, Trump menuduh beberapa pejabat kesehatan bermain politik terkait plasma untuk pengobatan. Ketika ditanya tentang FDA yang tidak memberikan bukti  bahwa pengobatan itu hanya digunakan untuk keperluan darurat (Emergency Use Authorization/EUA), Trump mengatakan dia punya alasan politis.

Sumber yang dekat dengan Satuan Tugas  Virus Corona Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa FDA telah meninjau data tambahan untuk menginformasikan keputusan EUA yang akan dikeluarkan.

Mereka menambahkan FDA tidak berkewajiban untuk berkonsultasi dengan siapa pun di luar badan tersebut untuk sebuah keputusan.

Peneliti berharap pengobatan kuno ini akan berhasil untuk menangani Virus Corona. Caranya, plasma yang sehat diambil dari darah orang yang telah pulih dari Covid-19.

Pada akhir Maret, FDA menyiapkan jalur bagi para ilmuwan untuk menguji plasma dan mempelajari dampaknya. Plasma telah digunakan untuk merawat lebih dari 60.000 pasien Covid-19.

Namun, seperti darah, persediaan plasma terbatas dan harus berasal dari donor. Meskipun ada sinyal yang menjanjikan dari beberapa penelitian, akan tetapi belum ada data uji klinis acak pada plasma yang sembuh untuk mengobati Covid-19. Beberapa dari pencobaan itu sedang berlangsung.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini terapi plasma konvalesen atau donor plasma darah sudah dilakukan di berbagai rumah sakit. Penggunaan plasma darah dari penyintas Covid-19 dipercaya dapat memberikan antivirus bagi pasien positif, sehingga dapat menurunkan angka kematian dan komplikasi.

Pasien yang awalnya positif Covid-19 dan bergejala berat hingga kritis dapat tertolong dengan pemberian terapi plasma konvalesen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top