Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Pariwisata, Thailand Mulai Pertimbangkan Buka Perbatasan

Thailand kemungkinan akan mengizinkan beberapa pengunjung asing masuk ke negara itu paling cepat pada Oktober mendatang.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  10:21 WIB
Pantai Patong, Phuket - Reuters
Pantai Patong, Phuket - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Thailand berencana membuka perbatasannya dengan hati-hati untuk menopang ekonomi yang selama ini bergantung pada wisatawan mancanegara.

Seperti diketahui, pariwisata Thailand menyumbang sekitar dua per tiga pendapatan negara.

"Virus tidak akan segera hilang dan kita harus memikirkan tentang ekonomi. Namun kita tidak bisa begitu saja membuka kembali perbatasannya. Kami harus berhati-hati," kata Menteri Transportasi Saksiam Chidchob dalam sebuah wawancara, dilansir Bloomberg, Senin (24/8/2020).

Dia mengatakan Thailand memiliki anggaran terbatas sehingga pemerintah harus memastikan dapat mengendalikan pandemi dengan baik.

Thailand kemungkinan akan mengizinkan beberapa pengunjung asing masuk ke negara itu paling cepat pada Oktober mendatang. Turis dari negara dengan infeksi terbatas mungkin akan diminta untuk memakai gelang dengan sistem pelacakan GPS dan perlu dikarantina di hotel selama 14 hari pertama. Rencananya kemungkinan akan diuji di provinsi Phuket.

Perbatasan Thailand telah ditutup untuk sebagian besar pengunjung sejak akhir Maret. Meski sudah ada beberapa usulan pengaturan perjalanan internasional, pemerintah terus menyesuaikan rencana pembukaan kembali pariwisata, yang merupakan 20 persen dari perekonomian.

Pemerintah telah mencoba untuk mempromosikan pariwisata domestik dengan kampanye untuk membayar 40 persen dari tagihan hotel wisatawan, tetapi belanja lokal saja tidak dapat mengkompensasi hilangnya penerimaan asing.

Thailand menghadapi salah satu proyeksi terburuk di antara negara-negara berkembang di Asia karena pandemi menyerang sektor manufaktur dan perjalanan internasional, dua pilar utama ekonomi negara itu.

Kementerian Keuangan memperkirakan produk domestik bruto akan menyusut 8,5 persen tahun ini, kontraksi terburuk dalam catatan.

Sementara itu, pandemi mendatangkan pukulan hebat pada ekonomi, Thailand berhasil mengendalikan penyebaran virus Corona tanpa ada kasus penularan lokal yang dilaporkan dalam hampir tiga bulan. Total ada 3.390 kasus dan 58 kematian di Negeri Gajah Putih hingga hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata thailand Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top