Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Air Sungai Yangtze Naik 14 Cm, Kota Chongqing Siaga Banjir

Level air Sungai Yangtze di Kota Chongqing pada Kamis (20/8) pagi naik 14 centimeter di level 191,55 meter melampaui ketinggian historis yang pernah tercatat. Kota metropolitan Chongqing pun terancam banjir.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  11:35 WIB
Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Agustus 2020 ini menunjukkan pemandangan banjir sungai Yangtze yang melanda Distrik Yuzhong di Kota Chongqing, China barat daya.  - Xinhua/Liu Chan
Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Agustus 2020 ini menunjukkan pemandangan banjir sungai Yangtze yang melanda Distrik Yuzhong di Kota Chongqing, China barat daya. - Xinhua/Liu Chan

Bisnis.com, JAKARTA - Level air Sungai Yangtze di Kota Chongqing pada Kamis (20/8) pagi naik 14 centimeter di level 191,55 meter melampaui ketinggian historis yang pernah tercatat. Kota metropolitan Chongqing pun terancam banjir.

Pada Kamis sekitar pukul 08.00 waktu setempat, level air di stasiun hidrologi Cuntan di Chongqing mencapai 191,55 meter, atau 0,14 meter (14 centimeter) lebih tinggi dari rekor pada 1981, dan terus mengalami kenaikan.

Chongqing, yang terletak di hulu sungai terpanjang di China itu, menaikkan status tanggap darurat pengendalian banjir ke Level I pada Selasa (18/8), yang merupakan level tertinggi dalam sistem tanggap darurat empat tingkat untuk banjir.

Meski belakangan tidak turun hujan di Chongqing, kota tersebut dilanda banjir pada Senin (17/8) karena belum lama ini terjadi hujan lebat di Cekungan Sichuan di hulu Sungai Yangtze.

Chongqing terletak di pertemuan antara Sungai Yangtze dan anak Sungai Jialing. "Banjir ini merupakan hasil gabungan dari banjir kedua Sungai Jialing dan banjir kelima Sungai Yangtze," ujar Wang Shiping dari Biro Manajemen Darurat Chongqing.

Chongqing disebut sebagai "kota pegunungan" karena lanskapnya yang berbukit, dengan 76 persen areanya merupakan pegunungan dan 22 persennya perbukitan. Sementara itu, sistem air di kota tersebut terbilang padat.

"Topografinya yang spesial membuat bencana akibat banjir kerap terjadi di Chongqing," kata Wang.

Destinasi wisata populer seperti Jalan Nanbin, Pelabuhan Chaotianmen dan kota kuno Ciqikou, yang merupakan landmarkChongqing, semuanya terkena dampak parah.

Data statistik terbaru menunjukkan bahwa banjir telah mengimbas lebih dari 260.000 orang di Chongqing, dan merendam lebih dari 20.000 toko.

Hingga Kamis pukul 08.00 waktu setempat, banjir telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 2,45 miliar yuan (1 yuan = Rp2.136), menurut pusat pengendalian banjir dan penanggulangan kekeringan di Chongqing.

Lebih dari 250.000 warga Chongqing telah dievakuasi ke tempat-tempat aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china

Sumber : Xinhua/Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top