Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wapres : Banyak Daerah Belum Gelar Tes Usap Covid-19 Masif

Pelaksanaan tes masif merupakan salah satu langkah penanganan Covid-19 guna menekan angka penyebaran virus.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  15:28 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat internal terkait Perkembangan Pelaksanaan Kebijakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara virtual dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (13/8/2020). - Asdep KIP Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat internal terkait Perkembangan Pelaksanaan Kebijakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara virtual dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (13/8/2020). - Asdep KIP Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah yang melakukan tes usap (swab test) secara masif untuk mendeteksi jumlah masyarakat terjangkit Covid-19, sedangkan banyak provinsi lain belum serius melakukan tes tersebut.

"Menurut data, pada saat ini DKI Jakarta menyerap hampir 50 persen pelaksanaan swab test, artinya provinsi lain tidak melaksanakan tes masif secara serius," kata Ma'ruf Amin saat memimpin Rapat Internal terkait Perkembangan Pelaksanaan Kebijakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di rumah dinas wapres Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Ma'ruf Amin mengatakan pelaksanaan tes masif merupakan salah satu langkah penanganan Covid-19 guna menekan angka penyebaran virus.

Dengan masih tingginya angka penularan Covid-19, maka langkah-langkah penangananan seperti tracing dan penerapan disiplin protokol kesehatan harus terus dilakukan, tambah Ma'ruf.

"Saya kira, kesehatan ini sekarang kita masih melihat bahwa tingkat penularannya cukup tinggi. Beberapa rencana kita dalam menangani Covid-19 antara lain seperti tes masif, tracing dan (penerapan) protokol kesehatan," tegasnya.

Dengan adanya Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Ma'ruf meminta seluruh jajaran terkait untuk bekerja serius dalam menghilangkan hambatan pelaksanaannya.

"Saya berharap koordinatornya itu melakukan upaya yang lebih efektif, termasuk menghilangkan sumbatan dan hambatan, baik itu hambatan struktural maupun prosedural. Kemudian juga menajdi lokomotif eksekusi dari program, agar dapat direalisasikan di lapangan," tukasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Koordinator Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, mengatakan secara nasional Indonesia sudah melakukan tes usap masif terhadap 1,7 juta spesimen. Angka tersebut masih di bawah Italia, namun di atas Banglades, Meksiko, bahkan Jepang, tambah Airlangga.

"Kemudian untuk jumlah tes per 1.000.000 penduduk itu, kita sekitar 6.552 (spesimen). Apabila kita lihat spesimen PCR (polymerase chain reaction) ini, DKI Jakarta memang tertinggi yaitu 181.239, diikuti Jawa Timur 111.841 dan Jawa Barat 88.994," jelasnya.

Jumlah tes PCR yang dilakukan DKI Jakarta hingga Selasa (11/8) sebanyak 469.582 tes, setara dengan 44.113 tes per satu juta penduduk jika dibandingkan dengan rasio populasi.

Angka rasio tes di DKI Jakarta tersebut di atas standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO), yaitu 10.000 tes per satu juta penduduk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona wapres ma'ruf amin

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top