Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 10 Agustus: Spesimen Terperiksa Setengah dari Target Jokowi

Anjloknya jumlah spesimen yang diperiksa setiap Senin memang menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan hingga sekarang.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  15:35 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pada 10 Agustus 2020 sebanyak 15.836 spesimen telah diperiksa.

Perinciannya, sebanyak 15.722 spesimen diperiksa dengan metode RT PCR dan 114 lainnya diperiksa dengan tes cepat molekular (TCM). Hasilnya, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 1.284, kasus sembuh 1.284, dan kasus meninggal 42.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini hanya sekitar setengah dari target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni sebanyak 30.000 spesimen yang diperiksa per harinya.

Anjloknya jumlah spesimen yang diperiksa setiap Senin memang menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan hingga sekarang.

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pun mengakui bahwa kendala utama minimnya spesimen yang diperiksa setiap Senin adalah karena keterbatasan petugas medis di setiap hari libur (hari Minggu) sehingga proses uji spesimen terhambat dan tidak optimal.

"Petugas lab-nya [laboratorium] yang perlu kita tingkatkan kualitasnya termasuk dukungan operasional dan dukungan logistik untuk mereka agar bisa optimal,” katanya beberapa waktu lalu.

Adapun kumulatif spesime yang telah diperiksa telah mencapai 1.731.534 yang diambil dari 984.893 orang.

Dari sana didapati hasil positif Covid-19 sebanyak 127.083 orang atau dengan rasio positif 12,9 persen, dan hasil negatif sebanyak 857.810 orang.

Sebelumnya, hingga Minggu (9/8/2020), penambahan kasus positif Covid-19 tercatat sebanyak 1.893, kasus sembuh 1.646, dan kasus meninggal 65. Adapun jumlah spesimen yang sudah diperiksa sebanyak 21.918.

Jumlah spesimen tersebut masih jauh dari target yang diminta Presiden Joko Widodo, yakni sebanyak 30.000 spesimen diperiksa setiap harinya. Jumlah itu pun anjlok tajam dari hari sebelumnya, yang mencapai 30.565 spesimen.

Penurunan jumlah spesimen yang diperiksa per harinya kerap terjadi pada akhir pekan atau seusai hari libur nasional.

Pada Sabtu (1/8), sehari setelah Iduladha, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hanya menerima laporan pemeriksaan spesimen sebanyak 11.190 atau turun tajam jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo sempat membeberkan penyebab hal tersebut. Menurutnya, tenaga ahli laboratorium di Indonesia yang belum mencukupi menjadi penyebab jumlah spesimen yang diperiksa usai hari libur nasional, anjlok.

“Kalau dari seluruh Indonesia, jumlah mesin PCR itu sudah cukup banyak. Hampir 300, tepatnya 270 laboratorium. Tetapi, belum diikuti dengan sumber daya petugas laboratorium sehingga waktu kerja ini belum bisa optimal,“ ujarnya, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Doni menyampaikan dukungan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) di laboratorium terus ditingkatkan, dalam hal persiapan kemampuan hingga logistik yang memadai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top