Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Menyayangkan Konflik di Laut China Selatan Makin Memanas pada Masa Pandemi

Dirjen Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri Jose Tavares menyayangkan kondisi di Laut China Selatan yang justru semakin tegang di tengah pandemi Covid-19.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  20:54 WIB
Ilustrasi peta kawasan Laut China Selatan. China mengklaim secara sepihak hampir semua Laur China Selatan, dan menerapkan area udara pertahanan di atas wilayah itu. Sampai kini China tidak menetapkan koordinat pasti Sembilan Garis Putus-putus yang dijadikan dasar klaim sepihak mereka. - beforeitnews.com
Ilustrasi peta kawasan Laut China Selatan. China mengklaim secara sepihak hampir semua Laur China Selatan, dan menerapkan area udara pertahanan di atas wilayah itu. Sampai kini China tidak menetapkan koordinat pasti Sembilan Garis Putus-putus yang dijadikan dasar klaim sepihak mereka. - beforeitnews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia meminta seluruh negara yang bersengketa di Laut China Selatan (LCS) menjaga situasi di kawasan agar tetap kondusif di tengah pandemi global.

Dirjen Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri Jose Tavares menyayangkan kondisi di Laut China Selatan yang justru semakin tegang di tengah pandemi Covid-19.

"Memang sangat disayangkan bahwa pada saat pandemi ini masih terdapat berbagai aktivitas di Laut China Selatan yang memberikan ketegangan di kawasan," katanya dalam pertemuan Asean - AS Dialogue oleh Pejabat Senior AS David Stilwell seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/8/2020).

Selain itu, Indonesia juga menegaskan agar setiap pihak perlu membatasi kegiatan atau aktivitas yang dapat memicu konflik dan menghormati hukum internasional.

Perlu diketahui, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo sempat menelpon Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Blakrishnan dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Senin (3/8/2020). Salah satu yang dibahas adalah isu Laut China Selatan.

Dalam cuitannya, Pompeo mengungkapkan bahwa dirinya bertukar pikiran dengan Menlu Retno soal kebebasan di laut yang sesuai dengan hukum internasional.

Sementara kepada Blakrishnan, Pompeo mengungkapkan keinginannya untuk menegakkan hukum internasional di Laut China Selatan dan mempromosikan stabilitas dan kemakmuran di Indo - Pasifik.

Pertemuan yang dilakukan pada Rabu 5 Agustus ini juga membahas stablitas keamanan di Semenanjung Korea dan upaya untuk melanjutkan dialog dan denuklirisasi.

Pertemuan Tingkat Pejabat Senior Asean - AS tersebut diselenggarakan dalam format video conference dan membahas kerja sama dalam kerangka Indo - Pasifik.

Isu-isu yang dibahas di antaranya stabilitas keamanan di kawasan hingga arah kerja sama Asean dan AS ke depan, khususnya upaya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat asean laut china selatan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top