Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Marwan Menangis, Sebut Ledakan di Pelabuhan Beirut Seperti Bom Hiroshima dan Nagasaki

Ledakan tersebut terjadi pada sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Abboud pun menyebutkan saat ini pelaku penyebab ledakan tersebut masih belum ditemukan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  14:56 WIB
 Ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020), karena ribuan ton amonium nitrat meledak. - Twitter @borzou
Ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020), karena ribuan ton amonium nitrat meledak. - Twitter @borzou

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Beirut Marwan Abboud menangis menjelaskan kejadian ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020).

“Ini seperti yang terjadi di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Saya teringat akan kejadian itu. Saya belum pernah melihat kehancuran separah ini dalam hidup saya,” ungkap Abboud sambil menangis di hadapan jurnalis Sky News Arabia.

Berdasarkan pantauan melalui Twitter, ledakan tersebut terjadi pada sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Abboud pun menyebutkan saat ini pelaku penyebab ledakan tersebut masih belum ditemukan.

“Saya menyerukan kepada rakyat Lebanon untuk bersatu. Kami kuat dan kami akan tetap kuat," tegasnya.

Ledakan besar di Lebanon tersebut diduga berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang terbakar di gudang pelabuhan dan tidak diawasi dengan ketat.

Beirut sebagai rumah dari banyak kedutaan, organisasi non-pemerintah dan sebagian besar entitas dan lembaga pemerintah serta kementerian dan markas besar partai-partai politik. Banyak kedutaan yang mengalami kerusakan.

Adapun, Sekretaris jenderal Partai Kataeb, Nizar Najarian, juga terbunuh dalam ledakan itu. Saat itu, dia tengah memimpin rapat untuk pesta di markas besarnya, di dekat lokasi ledakan.

Puing-puing masih menutupi seluruh pelabuhan, merusak truk dan kontainer pengiriman barang lainnya. Asap hitam juga masih terlihat mengepul ke langit beberapa jam setelah ledakan.

Dalam peristiwa ledakan tersebut dilaporkan sekitar 70 orang meninggal dan lebih dari 3.600 orang luka-luka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan lebanon hiroshima
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top