Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Geser Facebook, Tencent Jadi Operator Jaringan Media Sosial Terbesar di Dunia

Tencent Holdings berhasil menggulingkan Facebook menjadi operator jaringan media sosial dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018)./Bloomberg-Giulia Marchi
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018)./Bloomberg-Giulia Marchi

Bisnis.com, JAKARTA – Tencent Holdings berhasil menggulingkan Facebook menjadi operator jaringan media sosial dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Dilansir South China Morning Post, saham Tencent melonjak 4,5 persen menjadi HK$543,50 pada perdagangan Selasa (28/7/2020). Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar operator WeChat ini mencapai US$670 miliar, melampaui nilai pasar Facebook yang meraup US$657,8 miliar.

Saham Tencent telah melambung 44 persen sepanjang tahun ini di Hong Kong, sementara saham pesaingnya asal Amerika Serikat tersebut naik sekitar 14 persen di New York.

Prestasi yang ditorehkan Tencent turut mengerek peringkatnya sebagai perusahaan terbesar ketujuh secara global, mengungguli Facebook.

Hanya berselang dua pekan sebelumnya, raksasa e-commerce China, Alibaba, menyalip Facebook sebagai perusahaan terbesar keenam di dunia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar. Nilai pasar Alibaba mencapai sekitar US$677,4 miliar.

Inovasi dan kekuatan China yang berkembang dalam segala hal mulai dari pembayaran digital dan pengembangan 5G hingga game online dan e-commerce merupakan bagian dari ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing.

Kondisi ini mungkin telah mendorong Tencent mengajukan penawaran untuk memprivatisasi unit mesin pencarinya Sugou dari pasar AS. Terobosan perusahaan-perusahaan China dipandang akan berlanjut seiring dengan pemulihan ekonomi China.

"Dengan meningkatnya pertumbuhan PDB [produk domestik bruto] China, kita akan melihat semakin banyak perusahaan China memasuki 10 perusahaan teratas atau 100 besar,” ujar ahli strategi manajemen aset di Everbright Sun Hung Kai, Kenny Wen.

“Tren jangka panjang ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Namun, pandemi [Covid-19] dan memburuknya hubungan AS-China dapat membuat situasi menjadi rumit,” imbuhnya.

Ekosistem Tencent diisi dengan game, jejaring sosial, pembayaran seluler, musik dan video, serta komputasi awan (cloud). Aplikasi media sosialnya, WeChat, telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna.

“Kita hampir tidak dapat melewati satu hari tanpa menyentuh salah satu aplikasi besutan Tencent,” ungkap Analis senior di Bloomberg Intelligence, Vey-Sern Ling.

Saham perusahaan yang dikomandoi Pony Ma ini telah memperoleh 52 rekomendasi 'buy' dan empat 'hold'. Tidak ada satu pun yang menyematkan 'sell' untuk saham Tencent.

Analis Jefferies Thomas Chong memperkirakan saham Tencent mungkin akan terus menanjak menjadi HK$651 selama 12 bulan mendatang. Target harga yang dipatoknya adalah yang tertinggi di antara analis yang dilacak oleh Bloomberg.

Tencent juga dikenal dengan game-nya yang sangat populer, termasuk Honor of Kings dan Peacekeeper Elite. Oleh Chong, Tencent disebut sebagai pusat kekuatan game mobile global.

“Tencent kelihatannya memiliki posisi bagus untuk menangkap peluang ekspansi ke luar negeri dengan menjalankan eksekusi yang solid dalam genre game berbeda serta mengoperasikan lebih dari 480 game mobile,” papar Chong.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper