Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018). - Bloomberg/Giulia Marchi
Premium

Pesona Tencent Tangkal Serangan Pandemi

25 Juni 2020 | 11:55 WIB
Kekebalan Tencent dalam menghadapi virus corona berbeda dengan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Tencent terbukti mampu menangkal serangan pandemi Covid-19 dengan lebih baik. Meski demikian, masih ada segudang tantangan lain yang menanti.

Bisnis.com, JAKARTA — Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, pepatah ini mungkin bisa menggambarkan kondisi Tencent Holdings Ltd., yang sukses mencatatkan kinerja memuaskan pada paruh pertama 2020. Strategi yang diambil, termasuk lewat bisnis gim, terbukti mampu membuat perusahaan itu terus maju.

Pada Selasa (23/6/2020), saham perusahaan teknologi raksasa China ini melesat 4,9 persen ke level tertinggi yakni 497,40 dolar Hong Kong di bursa Hong Kong, melampui Alibaba Group Holding Ltd. sebagai perusahaan paling bernilai di Asia.

Sehari kemudian, harga sahamnya menembus level 500 dolar Hong Kong untuk pertama kalinya. Hal itu membuat nilai perusahaan naik US$40 miliar pada awal pekan ini.

Nilai saham Tencent juga berlipat ganda sejak 2018, ketika China membatasi bisnis online game yang berujung pada menurunnya kekayaan para taipan. Per awal pekan ini, perusahaan tersebut bernilai US$613 miliar sekaligus menjadi perusahaan terbesar ke-7 di dunia.

Pesona Tencent telah membius para investor dan analis dengan kepopuleran bisnis online game, sistem pembayaran, dan platform media sosialnya yaitu WeChat. Setelah pemain yang bergerak di bisnis yang diuntungkan oleh lockdown, peran Tencent dalam kehidupan ratusan juta masyarakat China menambah optimisme bahwa perusahaan ini mampu mempertahankan laju pertumbuhannya.

Tencent, yang merupakan perusahaan online game terbesar dari segi profit, sebenarnya tidak kebal dari pandemi Covid-19 yang menyapu pasar saham pada Maret 2020. Saat itu, sahamnya sempat merosot hingga 330 dolar Hong Kong.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top