Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Perangkat Lunak Qualtrics Berencana IPO di Bursa AS

Saham yang akan dilepas dalam IPO merupakan milik dari induk perusahaan, SAP SE, yang mengakuisisi Qualtrics kurang dari dua tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  12:58 WIB
Gedung SAP SE - Bloomberg
Gedung SAP SE - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan perangkat lunak Qualtrics berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di bursa AS untuk meningkatkan daya saing dengan kompetitor utamanya, Salesforce Inc.

Saham yang akan dilepas dalam IPO merupakan milik dari induk perusahaan, SAP SE, yang mengakuisisi Qualtrics kurang dari dua tahun lalu.

SAP masih akan memiliki saham mayoritas di Qualtrics sambil memberikan otonomi bisnis yang lebih besar di bawah manajer yang ada termasuk pendiri Ryan Smith, Walldorf,

Ryan Smith, yang mendirikan Qualtrics bersama saudaranya, Jared, di ruang bawah tanah rumah orang tua mereka di Utah, akan menjadi pemegang saham individu terbesar setelah IPO.

"Kami akan sepenuhnya berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan Qualtrics sebagai pemegang saham mayoritas," kata Chief Executive Officer SAP Christian Klein, seperti dikutip Bloomberg.

"Kami benar-benar berharap IPO Qualtrics akan diterima dengan baik dari segala bidang oleh investor," lanjutnya.

Keputusan tersebut menandai perputaran cepat dari akuisisi Qualtrics senilai US$8 miliar pada bulan November 2018, yang mendapat ketidakpuasan investor karena harga penawaran yang terlalu rendah.

Qualtrics adalah menjadi bagian akhir dari serangkaian pengeluaran mantan CEO SAP, Bill McDermont, senilai US$26 miliar untuk mendorong raksasa perangkat lunak berusia 48 tahun itu mengembangkan bisnis perangkat lunak dan layanan berbasis cloud yang tumbuh lebih cepat.

Klein harus bersaing dengan perusahaan yang lebih muda, seperti Salesforce.com dan Workday Inc., sambil mengelola bisnis perangkat lunak warisan yang pangsa pasarnya terus menyusut.

Chief Financial Officer SAP Luca Mucic mengatakan IPO bukan bagian dari strategi perusahaan untuk menyingkirkan bisnis non-inti. Raksasa teknologi Jerman ini diperkirakan melakukan satu atau dua divestasi lagi di masa mendatang.

Waktu pelaksanaan IPO akan ditentukan kemudian dan tergantung pada kondisi pasar. Sebagai pemilik saham mayoritas, SAP berencana untuk terus mengkonsolidasikan sepenuhnya kinerja Qualtrics dan mengatakan tidak akan ada pengaruh pada proyeksi tahun 2020.

SAP mengatakan pendapatan Qualtrics naik 34 persen menjadi 168 juta euro pada kuartal kedua tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya

SAP mengatakan awal bulan ini bahwa meskipun pendapatan dari lisensi perangkat lunak di bawah level normal pada kuartal kedua, namun capaian tersebut pulih lebih dari yang diperkirakan menyusul dimulainya kembali transaksi perangkat lunak di Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top