Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Teken 4 Perintah Eksekutif Soal Harga Obat Resep, Ini Perinciannya

Trump telah lama mengkritik harga obat-obatan resep yang ada di Amerika Serikat. Dia menyebutnya dengan harga "astronomi"
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  12:24 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani empat perintah eksekutif yang bertujuan memangkas harga obat-obat resep di Amerika Serikat.

Dilansir dari BBC pada Sabtu (25/7/2020), Trump telah lama mengkritik harga obat-obatan resep yang ada di Amerika Serikat. Dia menyebutnya dengan harga "astronomi"

"Empat perintah yang saya tanda tangani pada hari ini akan sepenuhnya merestrukturisasi pasar obat resep," katanya.

Sementara itu, Washington Post melaporkan salah satu perintah eksekutif tersebut akan mempercepat pengesahan proposal yang diperkenalkan pemerintah akhir tahun lalu untuk memungkinkan negara bagian, penjual partai obat-obatan dan apotek untuk mengimpor obat-obatan tertentu dari Kanada.

Perusahaan-perusahaan obat telah menentang proposal itu, dengan alasan tidak ada cara untuk menjamin keamanan obat-obatan yang masuk ke negara itu dari luar rantai pasokan standar emas Amerika Serikat.

Pemerintah Kanada juga menentang langkah tersebut dan memperingatkan bahwa pasokan obat untuk 37 juta penduduk Kanada tidak mungkin memenuhi permintaan pasar AS yang jauh lebih besar. Impor obat-obatan AS juga dapat menyebabkan kekurangan pasokan bagi Kanada.

Perintah eksekutif kedua berupaya mematok harga obat Medicare dengan acuan harga indeks harga internasional yang lebih rendah. Gagasan Trump tersebut disebut juga ditentang oleh sebagian besar anggota Partai Republik dan industri farmasi, yang memandang langkah tersebut sebagai pengaturan harga..

Sementara itu, proposal ketiga akan mengakhiri praktik potongan harga kepada perantara asuransi dalam program pemerintah seperti Medicare. Trump ingin agar potongan tersebut dinikmati oleh konsumen langsung.

Adapun, perintah eksekutif keempat mensyaratkan pemberian insulin dan/atau EpiPen gratis melalui program yang ada. Program ini memerintahkan perusahaan farmasi untuk memberikan diskon besar-besaran kepada ribuan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat yang melayani sejumlah besar pasien berpenghasilan rendah.

Produsen obat menentang program yang dikenal sebagai 340B ini karena sejumlah fasilitas diangap tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon.

Trump rencananya akan bertemu pemimpin-pemimpin perusahaan farmasi pada Selasa nanti terkait dengan langkahnya ini.

Sementara itu, analis industri mengkritik langkah tersebut. Mereka berpendapat bahwa langkah itu tidak akan banyak berpengaruh.

Pharmaceutical Research and Manufacturers of America mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk membuat kebijakan radikal dan berbahaya untuk menetapkan harga dan berdasarkan  tarif yang dibayarkan di negara-negara yang dilabelinya sebagai negara sosialis.

Kondisi tersebut dinilai akan berbahaya bagi bagi pasien baik di masa saat ini maupun masa depan.

"[Langkah Trump tersebut] merupakan gangguan yang menghambat kemampuan kita untuk menanggapi pandemi [virus corona] saat ini - dan yang bisa kita hadapi di masa depan," tulis Pharmaceutical Research and Manufacturers of America. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Harga Obat
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top