Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Pelanggaran Karantina Rumah, Malaysia Wajibkan Hal Ini

Pelanggaran karantina rumah dan karantina wajib akan dikenai sanksi berupa denda hingga RM1.000 (Rp3,45 juta).
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  18:51 WIB
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia kembali menerapkan karantina wajib bagi setiap orang yang masuk ke negaranya mulai Jumat depan.

Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan hal ini diberlakukan seiring dengan banyaknya pelanggaran karantina rumah. 

"Pemerintah melihat pelanggaran karantina dengan serius lantaran telah menimbulkan penyebaran Covid-19 kepada keluarganya dan komunitas di sekitarnya," ujarnya seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (21/7/2020).

Ismail menyebut tindakan pelanggaran sebagai tindakan tidak bertanggung jawab sehingga patut dikenai sanksi berupa denda hingga RM1.000 (Rp3,45 juta).

Pemberlakukan ini akan diterapkan kepada setiap warga Malaysia maupun non Malaysia yang mendatangi Malaysia. Setiap orang menanggung biaya karantina masing-masing.

Dilansir Bernama, Malaysia mencatatkan kasus Covid-19 baru dua digit selama tiga hari berturut-turut. Dirjen Kesehatan Malaysia Datuk Noor Hisham Abdullah mengatakan kasus positif secara kumulatif mencapai 8.815 kasus dengan kasus aktif 130 per 21 Juli 2020.

"Dari 15 kasus baru, empat kasus impor yang terinfeksi dari Belanda, Arab Saudi, Inggris, dan Indonesia, termasuk tiga orang Malaysia dan satu WNA yang diperbolehkan masuk dengan tujuan bisnis," katanya.

Adapun transmisi lokal pada 11 orang terdiri dari 10 orang Malaysia dan satu WNA yang dideteksi di pusat imigrasi Semujam, Serawak.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia dikabarkan sedang menimbang-nimbang untuk kembali mengawasi pergerakan masyarakat. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan kebimbangannya atas peningkatan kasus positif Covid-19 dan kemunculan 13 klaster baru di negara tersebut.

Penambahan kasus terjadi sepanjang masa berlakunya Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) sejak 10 Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top