Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

1.500 Perserta Gagal Ikut UTBK 2020, Biaya Pendaftaran Bakal Dikembalikan

Ketua Pelaksana LTMPT Budi P Widyobroto mengatakan peserta yang gagal ikut tes tak perlu khawatir, karena uang yang dibayarkan untuk tes UTBK sebesar Rp150.000 akan dikembalikan kepada peserta ujian.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:26 WIB
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar) Magelang. - Antara\n\n
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar) Magelang. - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mencatat ada 1.500 peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang gagal ikut ujian lantaran tak lolos tes kesehatan, baik reaktif rapid tes maupun positif Covid-19.

Ketua Pelaksana LTMPT Budi P Widyobroto mengatakan peserta yang gagal ikut tes tak perlu khawatir, karena uang yang dibayarkan untuk tes UTBK sebesar Rp150.000 akan dikembalikan kepada peserta ujian.

“Intinya, kami LTMPT berusaha melayani semaksimal mungkin, dengan kita juga mempertimbangkan kesehatan keselamatan, kalau nanti ternyata 1.500 positif, tidak bisa ikut tes, insya allah kita kembalikan uangnya,” kata Budi, Rabu (15/7/2020).

Nantinya, LTMPT akan menghubungi calon peserta yang gagal mengikuti ujian, meminta data lengkap serta nomor rekening.

Ketua LTMPT Mohammad Nasih juga menegaskan agar peserta UTBK mementingkan kesehatan diri sendiri dan peserta lainnya.

Peserta yang tidak bisa mengikuti tahap I, karena suhu badan tinggi, tapi sekarang sudah sehat bisa mengikuti tes tahap II yang dilaksanakan pada 20-29 Juli 2020.

“Untuk peserta baik yang relokasi atau yang gagal karena suhu tinggi atau reaktif, ternyata pada hari H masih reaktif atau swab test ternyata positif Covid-19, kami tidak kasih kesempatan untuk bergabung. Kita tidak punya kapasitas untuk menyendirikan juga,” kata Nasih.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan para peserta harus diutamakan. Peserta yang tak bisa ikut ujian karena reaktif atau swab positif Covid-19 harus menjaga diri, dan tidak menjadi pembawa virus bagi peserta lainnya.

Adapun, Nasih menegaskan LTMPT tak akan mengadakan UTBK Tahap III bagi yang sampai Tahap II tetap belum bisa ikut ujian.

“Enggak ada tahap ketiga, tahap selanjutnya untuk universitas melakukan ujian mandiri. Banyak universitas yang menunggu soalnya, dan kita harus mengumumkan dulu juga baru boleh mandiri dilaksanakan,” jelas Nasih.

Untuk UTBK tahap II, di samping yang 1.500 peserta yang memiliki hasil rapid tes reaktif, ada paling tidak 40.000 peserta yang harus direlokasi, yaitu dari Unesa 19.299, Undana 6.212, UNJ 13.490, Unsri 1.680, dan ITB 3.518, dan Umrah Batam 2.352 orang.

“Ini direlokasi selain karena kondisi juga karena izin dari gugus tugas Covid-19 belum keluar,” kata Nasih.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

UTBK sbmptn covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top