Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ledakan Bom di Suriah Lukai Tentara Rusia dan Turki

Pihak Turki belum mengonfirmasi jumlah tentara yang terluka dalam ledakan bom tersebut. Sementara Departemen Pertahanan Rusia, menyebutkan pasukan mereka yang terluka ada tiga orang.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  18:38 WIB
Warga Suriah berada di dekat puing bangunan setelah terjadi serangan udara di Maarrat Misrin, Idlib 25 Februari 2020/Bloomberg-Abdulaziz Ketaz - AFP via Getty Images
Warga Suriah berada di dekat puing bangunan setelah terjadi serangan udara di Maarrat Misrin, Idlib 25 Februari 2020/Bloomberg-Abdulaziz Ketaz - AFP via Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Tentara gabungan Rusia dan Turki mengalami luka setelah kendaraan lapis baja mereka yang melakukan patrolli di Suriah, Selasa (14/7/2020) waktu setempat dihantam bom. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Idlib, tepatnya di sisi barat laut negara Suriah.

Pihak Turki belum mengonfirmasi jumlah tentara yang terluka. Sementara Departemen Pertahanan Rusia, dalam keterangan resminya, menyebut pasukan mereka yang terluka ada tiga orang. Mereka juga memastikan ketiga korban tersebut akan terus mendapat perawatan intensif.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, besar kemungkinan bahwa bom tersebut merupakan serangan yang disengaja untuk melukai kedua belah pihak.

Sebuah video amatir yang dipublikasikan kantor berita resmi Rusia RIA, menampakkan bahwa ledakan itu tepat terjadi di sisi jalan saat mobil patroli melintas di sampingnya.

"Setelah kejadian itu, kami telah memastikan seluruh tim patroli ditarik untuk sementara," tulis Departemen Pertahanan Rusia dalam pernyataan resminya.

Keterlibatan pasukan Turki dan Rusia ini merupakan hasil dari kesepakatan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pimpinan Turki Recep Tayyip Erdogan untuk melakukan gencatan senjata pada 5 Maret 2020.

Sebelumnya, Turki dan Rusia sempat berada di sisi berseberangan, di mana Turki mendukung rezim pemerintah sedangan Rusia berada di belakang oposisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah rusia bom turki

Sumber : Bloomberg

Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top