Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China ke AS: Setop Ikut Campur Soal Laut China Selatan!

Juru bicara kedutaan besar China di Washington mengatakan negara itu mendesak Washington untuk menghentikan upaya untuk mengganggu perdamaian dan stabilitas regional China.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  15:06 WIB
Foto aerial dari pesawat militer Filipina memperlihatkan bagaimana China melakukan reklamasi di pulau karang di kawasan Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang letaknya berada di sebelah Barat Palawan, Filipina (11/5/2015). - Reuters/ Ritchie B. Tongo
Foto aerial dari pesawat militer Filipina memperlihatkan bagaimana China melakukan reklamasi di pulau karang di kawasan Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang letaknya berada di sebelah Barat Palawan, Filipina (11/5/2015). - Reuters/ Ritchie B. Tongo

Bisnis.com, JAKARTA - China dengan tegas menentang pernyataan Departemen Luar Negeri AS tentang ekspansi maritimnya di Laut Cina Selatan.

Juru bicara kedutaan besar China di Washington mengatakan negara itu mendesak Washington untuk menghentikan upaya untuk mengganggu perdamaian dan stabilitas regional China.

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum.

Pernyataan AS itu dinilai mengabaikan upaya China dan negara-negara Asean untuk perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, mendistorsi fakta dan hukum internasional termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Negara Sea (UNCLOS), membesar-besarkan situasi di kawasan itu dan berupaya menabur 'benih' perselisihan antara China dan negara-negara pesisir lainnya.

"Tuduhan itu sepenuhnya tidak bisa dibenarkan. Pihak China dengan tegas menentangnya," kata juru bicara kedutaan, dilansir China Daily, Selasa (14/7/2020).

Juru bicara itu melanjutkan, sementara dengan tegas melindungi kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritimnya, China telah berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi dan konsultasi dengan negara-negara yang terlibat langsung, mengelola perbedaan melalui aturan dan mekanisme dan mencapai hasil win-win melalui kerjasama yang saling menguntungkan.

Menurutnya, situasi Laut China Selatan tetap damai dan stabil dan masih membaik. China dan negara-negara pesisir lainnya telah memelihara dialog dan komunikasi melalui mekanisme konsultasi tentang urusan maritim dan bekerja untuk mempromosikan kerja sama di Laut Cina Selatan.

Dia menambahkan, dalam kerangka implementasi penuh dan efektif Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut Cina Selatan, China dan negara-negara Asean memajukan konsultasi tentang kode etik di Laut Cina Selatan dan membuat kemajuan nyata.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa AS bukan negara yang terlibat langsung dalam perselisihan, tetapi terus campur tangan dalam masalah ini. Dengan dalih menjaga stabilitas, AS telah membangkitkan ketegangan dan memicu konfrontasi di kawasan itu.

"Kami mendesak pihak AS untuk sungguh-sungguh menghormati komitmennya untuk tidak memihak pada masalah kedaulatan wilayah, menghormati upaya negara-negara kawasan untuk Laut China Selatan yang damai dan stabil dan menghentikan upayanya untuk mengganggu dan menyabot perdamaian dan stabilitas regional," kata juru bicara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat laut china selatan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top