Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebutuhan Masih Tinggi, Bantuan APD Tenaga Medis Mulai Berkurang

Bantuan APD saat ini dirasakan kian menurun. Apalagi sejak pemerintah mulai melonggarkan PSBB menjelang adaptasi kenormalan baru.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  11:36 WIB
Ilustrasi alat pelindung diri (APD) penanganan Covid-19. - Dok. Istimewa
Ilustrasi alat pelindung diri (APD) penanganan Covid-19. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah lebih dari empat bulan virus corona masuk ke Indonesia, bantuan alat pelindung diri (APD) mulai berkurang. Padahal, kebutuhan akan APD tenaga medis masih tinggi.

Sejak kasus pertama Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, masyarakat terus berlomba-lomba memberikan berbagai bantuan kepada rumah sakit dan tenaga medis baik dalam bentuk alat pelindung diri maupun bantuan sosial lainnya.

Namun, kini bantuan tersebut kian menurun. Apalagi sejak pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjelang adaptasi kenormalan baru.

Padahal, kebutuhan terhadap alat pelindungi diri oleh tenaga medis terus meningkat setiap harinya, mengingat jumlah kasus yang terus bertambah.

Erwin, Anggota tim donasi RSUP Persahabatan, mengakui donasi yang diterima rumah sakit saat ini, khususnya di RSUP Persahabatan terus menurun dibandingkan dengan saat awal pandemi, sedangkan kebutuhan APD masih cukup tinggi.

“Kebutuhan akan alat pelindung diri hingga kini masih sangat kami perlukan,” tuturnya, dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Minggu (12/7/2020).

RSUP Persahabatan saat ini menerima untuk merawat pasien Covid-19 dengan penyakit bawaan, sedangkan untuk pasien tanpa penyakit bawaan akan dirujuk ke Wisma Atlet.

Senada disampaikan oleh Supri, Petugas Medis RSUD Tarakan, mengatakan bahwa kebutuhan terhadap APD terus meningkat setiap hari. Dalam sehari saja, kebutuhan penggunaan hazmat suit bisa lebih dari 100 unit terutama di Unit Gawat Darurat (UGD) dan rawat inap.

“Saat ini, semua yang berinteraksi dengan pasien Covid-19, perlu menggunakan APD mulai dari  petugas medis hingga petugas kebersihan. Dan itu semua hanya sekali pakai, terutama masker n95 sangat dibutuhkan sekali di sini,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Aplikasi Fintech Peer to Peer Lending (P2P) Asetku bersama dengan dukungan lender ritel/individual memberikan bantuan kepada tenaga medis di beberapa rumah sakit kawasan DKI Jakarta.

Bantuan yang diberikan antara lain alat pelindung diri untuk tenaga medis yaitu 1.400 pcs hazmat suit, 1.200 pcs face shield, 1.300 pcs masker n95 telah diterima oleh  RSUP Persahabatan, Jakarta Timur dan RSUD Tarakan Jakarta Pusat. Pihak rumah sakit  mengatakan kebutuhan akan alat pelindung diri hingga kini masih sangat diperlukan.

Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku, mengatakan donasi ini merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi Asetku kepada tim medis Indonesia yang telah berjuang di garda terdepan selama pandemi. Pihaknya akan membagi donasi dalam beberapa kloter.

Untuk kloter pertama akan difokuskan kepada tim medis di beberapa RS, selanjutnya kepada individu atau pelaku usaha yang sampai saat ini masih terdampak akibat pandemi, dan donasi  selanjutnya akan dilihat sesuai dengan kebutuhan nanti.

“Kami berharap semoga donasi ini dapat sedikit meringankan beban para  pejuang kesehatan dan semoga bisa menjadi support dalam mendukung proses penanganan Covid-19 di Indonesia,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantuan apd tenaga medis Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top