Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diubah Jadi Masjid, Hagia Sophia Viral di Twitter

Pengubahan fungsi bangunan yang semula gereja katedral itu menarik perhatian pengguna Twitter
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  02:08 WIB
Hagia Sophia di Istanbul, Turki./Antara - Nanien Yuniar
Hagia Sophia di Istanbul, Turki./Antara - Nanien Yuniar

Bisnis.com, JAKARTA— Berubahnya status Museum Hagia Sophia di Turki menjadi masjid ternyata memantik respons dari pengguna Twitter sehingga nama bangunan tersebut menjadi viral

Dari pantauan Bisnis, Sabtu (11/7/2020) pukul 01.56 WIB, Hagia Sophia telah dicuitkan sebanyak 53.200 kali. Adapun, hal itu merespons kabar pengesahan situs warisan budaya tersebut menjadi masjid. 

Kendati dicuitkan banyak pengguna, Hagia Sophia belum mampu menduduki urutan puncak yang sejak sore hari diduduki topik tanda pagar boikotTelkomsel setelah penangkapan tersangka bocornya data pribadi Denny Siregar, pegiat media sosial. 

Menariknya, cuitan yang mengandung kata Hagia Sophia ini tak hanya berasal dari Indonesia melainkan pengguna Twitter asal Malaysia dan Turki tempat bangunan ini berasal. Sebagian besar pengguna Twitter yang mencuit itu mengekspresikan rasa syukurnya karena bangunan yang berdiri sejak era Ottoman itu bisa menjadi rumah ibadah umat Islam. 

hagia sophia jadi masjid topik teratas viral di twitter

Fungsi Hagia Sophia berubah-ubah sejak lama. Bangunan itu dibangun 1.500 tahun lalu sebagai katedral. Kemudian, sempat difungsikan sebagai masjid pada 1453 sebelum akhirnya berubah menjadi museum pada 1934.

Hal itu menjadi kontras dengan konsen pihak lainnya termasuk Yunani hingga UNESCO. Yunani sebagai negara tetangga Turki menginginkan agar situs bersejarah itu tetap menjadi museum karena memiliki peran penting dalam simbol sejarah kristen. 

UNESCO mengatakan bahwa Hagia Sophia masuk daftar Situs Warisan Dunia sebagai museum, sehingga memiliki komitmen dan kewajiban hukum tertentu.

"Negara harus memastikan tidak ada modifikasi yang merusak nilai universal luar biasa dari sebuah situs yang terdaftar di wilayahnya. Setiap modifikasi harus diberitahukan sebelumnya oleh negara kepada UNESCO dan jika perlu, ditinjau oleh Komite Warisan Dunia," demikian pernyataan UNESCO.

UNESCO menyampaikan keprihatinannya kepada pihak berwenang Turki dalam beberapa surat dan menyampaikan pesan itu kepada duta besar Turki untuk lembaga tersebut pada Kamis (9/7/2020).

"Kami mendesak Pemerintah Turki untuk memulai dialog sebelum keputusan diambil yang dapat merusak nilai universal situs tersebut," lanjut pernyataan tersebut.

Situs Warisan Dunia berada di pusat kerajaan Byzantium Kristen dan Ottoman Muslim pada masa lalu dan saat ini menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Prospek perubahan status museum itu kembali ke masjid telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan pejabat Amerika Serikat, Prancis, Rusia dan Yunani, serta para pemimpin gereja Kristen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki Recep Tayyip Erdogan
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top