Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Putra Mantan Presiden Ditangkap Polisi, Terlibat Money Laundering

Kedua putra mantan presiden itu ditangkap di bandara internasional saat akan terbang ke luar negeri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  10:59 WIB
Kedua putra mantan presiden itu akan diekstradisi ke Amerika Serikat karena pidana pencucian uang - Ilustrasi
Kedua putra mantan presiden itu akan diekstradisi ke Amerika Serikat karena pidana pencucian uang - Ilustrasi

Bisnis.com, GUATEMALA CITY - Polisi menangkap dua putra mantan presiden yang akan melakukan penerbangan ke luar negeri

Keduanya akan diekstradisi ke Amerika Serikat karena pidana pencucian uang, kata pihak kepolisian.

Luis Enrique Martinelli, 38, dan Ricardo Alberto Martinelli, 40, ditahan di bandara internasional utama di Guatemala saat mereka akan terbang ke Panama, tambah pihak kepolisian dalam pernyataan tertulisnya.

Kedua putra mantan presiden Panama Ricardo Martinelli itu ditangkap di Guatemala City, Guatemala, Senin (6/7), kata kepolisian Guatemala.

Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang di Amerika Serikat karena "konspirasi pencucian uang", demikian keterangan kepolisian Guatemala. Namun, diberitakan, dua putra mantan presiden Panama itu akan tetap berada di Guatemala.

"Proses [ekstradisi] akan membutuhkan waktu. Kami tidak akan mengirim mereka ke Amerika Serikat hari ini," kata juru bicara kepolisian, Erwin Monroy saat diwawancara media setempat.

Kementerian Kehakiman AS belum menanggapi penangkapan tersebut.

Keluarga Martinelli lewat pernyataan tertulis mengatakan pihaknya memastikan dua putranya itu akan didampingi oleh penasihat hukum.

Pihak keluarga memastikan keduanya akan melanjutkan proses hukum di Panama tanpa menyebutkan tuntutannya.

Kejaksaan di Panama pada 2017 mencurigai Luis dan Ricardo Alberto menerima 49 juta dolar AS (sekitar Rp708 miliar) dari perusahaan konstruksi asal Brasil, Odebrecht.

Keduanya telah terlibat skandal penyuapan di Panama saat ayahnya menjabat sebagai presiden.

Otoritas di Panama pada minggu lalu melarang Roberto Martinelli dan penerusnya, Juan Carlos Varela, ke luar negeri karena keduanya masih menjalani pemeriksaan dugaan pencucian uang untuk kasus korupsi yang lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencucian uang panama

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top