Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Corona 6 Juli: Kasus Positif Naik 1.268, Jatim Tertinggi

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.268 orang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  15:51 WIB
Ilustrasi-Sampel darah yang terindikasi positif virus Corona - Antara/Shutterstock
Ilustrasi-Sampel darah yang terindikasi positif virus Corona - Antara/Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.268  orang.

Dengan penambahan tersebut  total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi .66.226 kasus.

Jatim mencatat jumlah kasus positif tertinggi, 280.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Selasa (7/7/2020).

Gugus Tugas Covid-19 mencatat jumlah pasien Covid-19 yang sembuh pada Selasa (7/7/2020) bertambah 866 sehingga total pasien sembuh menjadi 30.785 orang.

"Pemeriksaan spesimen pada perode kemarin sampai hari ini 17.816 spesimen, total yang sudah diperiksa 946.054,: ujar Yuri.

Disebutkan Yuri dari spesimen yang diperiksa diperoleh konfirmasi kasus positif baru sebanyak 1.268 orang sehingga secara akumulatif hingga hari ini menJadi 66.226 kasus.

Sebaran penambahan kasus antaranya terdapat di Jatim yang melaprkan 280 kasus baru, selain 118 kasus sembuh.

Sulsel melaporkan 218 kasus dan 45 kasus sembuh. DKI 190 kasus baru dan 241 kasus sembuh. Jateng 140 kasus baru dan 50 kasus sembuh. Sedangkan Jabar melaporkan 79 kasus baru dan 45 kasus sembuh.

Selain itu terdapat 19 provinsi dengan kasus baru di bawah 10, dan 5 provinsi tanpa penambahan kasus baru.

Lima provinsi itu adalah Kaltara, Riau, Sulteng, dan NTT.

"Provinsi yang melaporkan jumlah sembuh lebih besar dari jumlah kasus baru adalah Kalsel 67 kasus baru, sembuh 107, Bali 40 kasus baru dan 60 sembuh, Papua 30 kasus baru dan 35 sembuh. Maluku 26 kasus baru dan 33 sembuh," ujar Yuri.

Selanjutnya, Kaltim 6 kasus baru dan 16 sembuh, Sumbar 5 kasus baru dan 10 sembuh, Sulteng 3 kasus baru dan 11 sembuh, serta Aceh 1 kasus baru dan 2 sembuh.

"Kalau dilihat pada angka tes yang dilakukan, jumlah tesnya baru mencapai 3.394 tes per1 juta penduduk. Angka ini rata-rata nsional. tapi ada 5 provinsi yang tesnya tinggi," lanjut Yuri.

Disebutkan Yuri angka tes DKI 26.527 tes per 1 juta penduduk. Sumbar 9.124, Bali 8.870 , Sulawesi Selatan 6.288,dan Papua 5.440 tes.

Sebelumnya, hingga Senin, kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.209 orang, sehingga total menjadi 64.958 kasus. 

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 814 orang, total menjadi 29.919 orang.

Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 70 orang, total menjadi 3.241 orang.

Gugus Tugas melaporkan terdapat 19 provinsi yang mencatatkan penambahan kasus Covid-19 di bawah 10 pada Senin (6/7/2020).

Kondisi di 19 provinsi itu disertai angka kesembuhan yang tinggi.

“Papua melaporkan kasus 6 dan yang sembuh ada 48 orang, Riau melaporkan satu kasus baru dan 4 orang sembuh, sementara itu Aceh melaporkan kasus nihil disertai dengan 9 orang sembuh,” kata Yuri saat memberi keterangan di BNPB, Senin (6/7/2020).

Yuri merinci 19 provinsi itu meliputi DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Lampung, Papua, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Riau, Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dari jumlah itu, tercatat 11 provinsi tidak mencatatkan sama sekali kasus baru. "Namun, [daerah-daerah itu] melaporkan banyak kasus sembuh," jelas Yuri.

Yuri menegaskan tingkat hunian rumah sakit terkait perawatan pasien positif Covid-19 masih terbilang terkendali di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 secara nasional.

“Tingkat hunian rumah sakit tidak secara signifikan bertambah drastis bahkan dalam tiga hari terakhir tingkat hunian tempat tidur yang disiapkan untuk penderita Covid-19 baru terisi sekitar 53 persen, artinya masih ada kurang lebih separuh tempat tidur yang belum terpakai,” kata Yuri, Senin.

Tingkat okupansi yang terbilang rendah itu, menurut Yuri, karena kasus positif yang ditemukan berasal dari hasil pelaksanaan penelusuran kontak dan pemeriksaan laboratorium yang agresif.

Adapun kasus positif baru belakangan ini,lanjut Yuri, ditemukan dominan dengan gejala minimal bahkan tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit.

“Sehingga kita sarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri dengan tepat. Ini kemudian menjadi kunci keberhasilan kita untuk menghentikan penelusuran,” kata Yuri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 Achmad Yurianto
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top