Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Palestina Bentrok dengan Tentara Israel, Hamas–Fatah Bersatu

Warga Palestina Bentrok dengan tentara Israel, sementara itu Hamas dan Fatah memutuskan untuk bersatu menentang aneksasi yang dilakukan pemerintahan negara zionis tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  13:47 WIB
Bendera Palestina dipasang berderet di Lembah Yordania, Tepi Barat./Bloomberg - Kobi Wolf
Bendera Palestina dipasang berderet di Lembah Yordania, Tepi Barat./Bloomberg - Kobi Wolf

Bisnis.com, HEBRON – Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel di Hebron, wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki oleh pemerintahan negeri zionis tersebut. Akibatnya, sejumlah warga Palestina mengalami luka-luka.

Sebagaimana dilaporkan Antara pada Minggu (5/7/2020) dengan mengutip kantor berita Palestina Wafa, bentrokan tersebut terjadi pada Sabtu (4/7/2020). Bentrokan meletus antara pemuda setempat dan pasukan pendudukan Israel di lingkungan Bab al-Zawiya, di pusat Kota Hebron.

Pasukan pendudukan Israel menembakkan peluru dan gas air mata yang dilapisi karet untuk membubarkan para pemuda.

Setidaknya satu anak dilaporkan tertembak dan terluka oleh peluru karet, sedangkan yang lain kesulitan bernapas karena menghirup gas air mata. Semua yang terluka dirawat di lokasi kejadian.

Pada perkembangan terpisah, Pemerintah Rusia menyambut baik ikrar persatuan yang dicapai antara dua kelompok terbesar di Palestina, Fatah dan Hamas, yang memiliki satu suara dalam memerangi rencana aneksasi Israel.

"Kami sangat senang atas keputusan Fatah dan Hamas yang akhirnya bersama-sama membela kepentingan negara Palestina berdasarkan platform Organisasi Pembebasan Palestina," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, seperti dikutip oleh Russia Today.

"Salah satu masalah utama yang perlu diselesaikan untuk upaya bersama kita adalah mengembalikan persatuan Palestina," ungkapnya.

Dia mengatakan Moskwa mengandalkan "semua perwakilan negara Arab untuk secara aktif mendukung upaya Palestina".

Sebelumnya, gerakan perlawanan Hamas dan partai politik Fatah akhirnya bersatu dan memiliki satu suara dalam memerangi rencana aneksasi Israel.

Dalam konferensi pers bersama pada Kamis (2/7/2020) waktu setempat, anggota Komite Sentral Fatah, Jibril Rjoub, yang berbicara di Ramallah, dan wakil kepala Hamas, Saleh Arouri, yang berbicara melalui konferensi video dari Beirut, Lebanon, mengatakan bahwa dua kelompok besar Palestina, Hamas dan Fatah, satu suara dalam memerangi rencana aneksasi Israel.

"Tahap saat ini adalah yang paling berbahaya bagi rakyat Palestina, yang mengharuskan kita semua untuk menghadapi tantangan saat ini," kata Rjoub. "Kami ingin datang dengan visi strategis dengan semua faksi dari kekuatan nasionalis untuk menghadapi tantangan saat ini."

Dia menekankan bahwa Fatah dan Hamas sekarang dituntut untuk menyatukan barisan mereka setelah bertahun-tahun berpisah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel

Sumber : Antara/Wafa

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top