Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​​​Indonesia dan Norwegia Sepakati Percepat Implementasi REDD+

REDD+ merupakan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan atau Reducing Greenhouse Gas Emissions from Deforestation and Forest Degradation.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  21:38 WIB
Ilustrasi - Foto udara permukiman warga yang dikelilingi hutan mangrove (bakau) di Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Rabu (24/4/2019)./Antara - Aji Styawan
Ilustrasi - Foto udara permukiman warga yang dikelilingi hutan mangrove (bakau) di Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Rabu (24/4/2019)./Antara - Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menyepakati kerja sama dengan Norwegia terkait mempercepat implementasi kemitraan pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan (Reducing Greenhouse Gas Emissions from Deforestation and Forest Degradation, REDD+) pada Kamis (2/7/2020).

Kesepakatan utama pada pertemuan JGC ini adalah penegasan penyaluran dana REDD+ dari Norwegia dengan skema Result-Based Payment (RBP) dengan harga US$5 perton CO2 melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). 

Delegasi Indonesia pada JCG REDD+ RI-Norwegia dipimpin bersama (co-chair) oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong. Delegasi Norwegia dipimpin bersama oleh Utusan Khusus Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup di Oslo dan Duta Besar Norwegia di Jakarta.

Pada pembukaan, Wakil Menlu menekankan bahwa Indonesia senantiasa menjaga komitmennya dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). 

“Saya percaya keberhasilan kerja sama RI-Norwegia pada REDD+ ini dapat menjadi model kerja sama yang baik dan menjadi contoh bagi banyak negara," ujar Mahendra seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (2/7/2020).

BPDLH merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan RI yang khusus menyalurkan dana bantuan lingkungan hidup. Berdasarkan penilaian, Indonesia berhasil menurunkan emisi sebesar 11,2 juta ton CO2eq pada tahun 2016/2017. 

Pertemuan JCG ini diselenggarakan bertepatan dengan satu dasawarsa penandatangan Letter of Intent (LoI) REDD+ yang ditanda tangani pada 2010. 

Tahun 2020 merupakan tahun istimewa bagi Indonesia karena bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik, 10 tahun perayaan Kemitraan Dinamis Indonesia – Norwegia, serta 10 tahun Kemitraan Kemitraan kedua negara bagi pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan. 

Norwegia juga merupakan mitra penting Indonesia karena terikat dalam Indonesia-EFTA CEPA, satu-satunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dengan Eropa. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu emisi gas rumah kaca
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top