Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesembuhan Pasien Covid-19 Indonesia Relatif Tinggi, Ini Sebabnya

Beban tenaga medis yang berkurang dan respons masyarakat yang membaik membuat penanganan Covid-19 di Indonesia semakin ringan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  13:55 WIB
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia relatif tinggi.

Menurut Yuri, sapaan populer Achmad Yurianto, tingkat kesembuhan pasien dipengaruhi tingkat hunian rumah sakit juga kesadaran masyarakat terkait virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Kita bersyukur banyak pasien yang sudah sembuh karena memang rawatannya lebih bagus lagi dan perhatian rumah sakit dalam memberikan perawatan menjadi lebih baik,” kata Yuri.

Hal itu disampaikan Yuri dalam acara bincang-bincang "Melewati Bulan Ke-4 : Makin Banyak Yang Sembuh Dari Covid-19 ?” di BNPB, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Yuri menjelaskan performa tersebut ditentukan oleh beban layanan rumah sakit. Salah satu indikatornya adalah POR atau tingkat hunian rumah sakit.

Ihwal tingkat hunian tersebut, Yuri menerangkan, rata-rata tingkat hunian rumah sakit secara nasional adalah 55,6 persen.

“Artinya sumber daya yang ada, tenaga kesehatan bisa memberikan layanan perawatan yang optimal, tidak terlalu kelelahan. Jika POR lebih dari 70 hingga 80 persen layanan perawatan pasi berpengaruh,” ujarnya.

Faktor berikutnya yang menentukan, menurut Yuri, terkait dengan tanggapan masyarakat terhadap Covid-19 yang sudah mulai membaik.

“Kita sudah melihat masyarakat semakin bagus merespons sehingga yang masuk ke rumah sakit pada umumnya kasus-kasus ringan dan sedang, tidak sampai berat,” kata Yuri.

Gugus Tugas Covid-19 menyatakan hingga saat ini tingkat okupansi atau hunian di rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 hanya mencapai 55,59 persen dari total kapasitas.

Dia mengatakan ada 21 provinsi yang tingkat huniannya di bawah 55,59 persen.

Meskipun demikian, masih terdapat 13 provinsi dengan tingkat hunian (okupansi) rumah sakit di atas 55,59 persen dan ada lima provinsi yang tingkat huniannya di atas 75 persen.

"Lima provinsi yang tingkat huniannya di atas 75 persen yaitu Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Papua, dan NTB," kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Lebih lanjut, dia mengatakan rasio kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 5,09 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19.

Menurutnya, angka tersebut berada di rata-rata rasio global yang sebesar 5,28 persen. Bahkan, ada 23 provinsi yang rasio kematiannya di bawah rata-rata global.

"Ini adalah gambaran bahwa Covid-19 bisa disembuhkan dan angka sembuh ini akan terus bertambah dengan seiring waktu karena memang beban layanan rumah sakit rata-rata masih di kisaran 55,59 persen," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 Achmad Yurianto
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top