Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Giliran Airbus Pangkas 15.000 Pekerjaan Secara Global

Langkah pemangkasan pekerjaan dilakukan Airbus untuk bertahan di tengah pandemi virus corona
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  04:30 WIB
Airbus A320 NEO - Istimewa
Airbus A320 NEO - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Produsen pesawat, Airbus SE telah menetapkan rencana pemangkasan 15.000 pekerjaan di seluruh dunia untuk bertahan di tengah krisis akibat pandemi virus corona.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (1/7/2020), pabrikan asal Prancis itu akan mengeliminasi lebih dari 10.000 posisi lintas Jerman dan Prancis yang menjadi basis utamanya. Pemangkasan itu bagian dari pemangkasan 11 persen secara global.

CEO Airbus, Guillaume Faury mengatakan hasil produksi perusahaan bisa turun 40 persen selama dua tahun dibandingkan ekspektasi awal karena penurunan drastis pada permintaan pesawat. Di sisi lain, perusahaan telah mendapatkan peringatan bahwa kondisi kas bakal berdarah-darah.

“Krisis yang dihadapi sektor penerbangan akan menyentuh aspek durasi dan besarnya yang membutuhkan tindakan struktural dan menyeluruh,” katanya.

Lebih lanjut, Airbus akan memangkas 1.700 pekerjaan di Inggris, 900 pekerjaan di Spanyol dan 1.300 secara tersebar di negara lainnya pada medio 2021.

Permintaan pensiun dini juga akan menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah pekerja. Rencana tersebut akan dibahas dengan serikat pekerja dan telah mengalami penolakan dari pemerintah Prancis.

Kementerian Keuangan Prancis menyebut bahwa pemangkasan pekerjaan tersebut dianggap sebagai langkah yang berlebihan.

Terjebak di tengah penurunan pasar armada pesawat yang bisa bertahan selama lima tahun, Airbus berjuang menurunkan biaya sambil mengurangi tekanan dari sisi politik dan gejolak dari tenaga kerjanya di negara asalnya, Prancis.

Airbus memiliki sekira 135.000 pekerja secara hlobal dengan hampir 81.000 pekerja di antaranya merupakan divisi komersial yang terhantam paling parah.

Langkah pemangkasan pekerjaan itu menandai penyesuaian pada bisnis yang telah berekspansi selama lebih dari sedekade. Namun, pandemi virus corona telah mengubah segalanya.

Bahkan, perusahaan memprakirakan bahwa sektor perjalanan tak akan pulih seperti sedia kala sebelum 2023. Perusahaan menganggap langkah pembukaan ekonomi tak akan langsung membangkitkan sektor tersebut secara kilat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top