Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terlilit Utang, AT&T Pangkas 3.400 Pekerjaan dan Tutup 250 Toko

Langkah tersebut ditempuh untuk menghemat biaya US$6 miliar
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  07:07 WIB
Seorang pejalan kaki melintas di depan gerai AT&T di Illinois, Amerika Serikat. (Bloomberg - Christopher Dilts)
Seorang pejalan kaki melintas di depan gerai AT&T di Illinois, Amerika Serikat. (Bloomberg - Christopher Dilts)

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan telekomunikasi yang berkantor pusat di Amerika Serikat, AT&T mengumumkan akan memangkas 3.400 pekerjaan dan menutup 250 tokonya akibat perusahaan terlilit utang.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (17/6/2020), perusahaan melakukan inisiatif untuk memangkas biaya karena saat ini perusahan merupakan salah satu dari golongan perusahaan dengan utang jumbo di AS.

Adapun, program tersebut merupakan bagian dari rencana CEO AT&T Randall Stephenson yang disebutkan pada Oktober. Perusahaan ingin melakukan penghapusan biaya besar-besara dalam 2 tahun.

“Memangkas tenaga kerja kami merupakan keputusan yang sulit. Itu tertarget, namun ukuran pemangkasannya di tenaga kerja kami lintas eksekutif, manajer dan karyawan yang mewakili serikat,” ujar perusahaan dalam statemen resmi.

Mengacu pada laporan yang dirilis pekan lalu, perusahaan juga mempertimbangkan untuk menjual atau memberikan lisensi pada unit gim Warner Bros Interactive Entertainment sebagai rencana rehabilitasi finansial.

Kepala Divisi Komunikasi AT&T, Jeff McElfresh mengatakan pandemi menjadi titik awal bagi perusahaan untuk memulai pemangkasan biaya. Penerapan karantina wilayah secara nasional di AS mendorong peritel untuk menutup tokonya dan menjual produk secara daring.

Bagi AT&T, hal itu artinya perusahaan bisa bertahan dengan jumlah gerai yang lebih sedikit. “Tak akan sebanyak yang kami punya sebelum virus corona,” katanya.

Adapun, perusahaan memiliki 2.200 toko dan harus menutup sebagian besarnya untuk melindungi konsumen dan karyawan dan infeksi virus corona.

Kendati demikian, upaya perusahaan mengencangkan ikat pinggang memantik kritik. Asosiasi Pekerja Komunikasi di AS mengkritik keputusan perusahaan. Terlebih, 3.400 teknisi dan pekerjaan bidang administrasi dipangkas dalam beberapa pekan ke depan.

Menurutnya, perusahaan bisa menolong pemulihan negara dengan bekerja sama dengan tenaga kerjanya membangun jaringan yang canggih ketimbang menambah beban negara dengan melakukan pemangkasan pekerja.

“Bila kami di dalam perang untuk menjaga ekonomi tetap berjalan saat krisis, mengapa AT&T memberhentikan pasukannya?” ujar Presiden Asosiasi Pekerja Komunikasi Amerika, Chris Shelton.

Perusahaan berupaya melakukan perombakan termasuk dalam hal kecanggihan teknologi dengan penerapan teknologi 5G. Perusahaan yang didirikan oleh penemu telepon, Alexander Graham Bell itu mengucurkan investasi miliar dolar untuk membuat konten hiburan dan pemasan bagi situs streaming HBO Max.

Dengan lebih dari US$160 miliar utang, AT&T berada di jajaran perusahaan dengan utang tinggi sehingga tertekan untuk menjual aset daan menekan biaya.

Forbes mencatat bahwa perusahaan juga tengah melakukan akuisisi masif termasuk akuisisi televisi satelit DirecTV dan perusahaan media Time Warner. Pada April perusahaan pun mengambil utang baru senilai US$5,5 miliar untuk mengatasi dampak kerugian akibat pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi operator telekomunikasi perusahaan Amerika Serikat

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top