Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gelombang Demonstrasi di AS, Amazon dan Apple Pangkas Operasi

Aksi demonstrasi besar-besaran akibat isu rasial yang dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat membuat sejumlah perusahaan raksasa dunia mengurangi operasional dan menutup sejumlah gerainya.  
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  14:21 WIB
Suasana kerusuhan di Amerika Serikat - Antara
Suasana kerusuhan di Amerika Serikat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi demonstrasi besar-besaran akibat isu rasial yang dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat membuat sejumlah perusahaan raksasa dunia mengurangi operasional dan menutup sejumlah gerainya.  

Amazon.com Inc., misalnya, mengurangi pengiriman dan menyesuaikan rute di kota-kota seperti Chicago dan Los Angeles, Apple dilaporkan menutup sejumlah gerai, dan Target Corp. juga memperpanjang penutupan toko secara nasional.

"Kami memantau situasi dengan cermat dan di beberapa kota kami menyesuaikan rute atau mengurangi operasi tipikal untuk memastikan keamanan tim kami," kata juru bicara Amazon dilansir Bloomberg, Senin (1/6/2020).

Sebelumnya, Apple telah membuka kembali sekitar 130 dari sekitar 270 toko menyusul pandemi virus corona. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan kebanyakan dari toko yang telah buka tersebut kembali tutup pada Minggu, 31 Mei 2020.

Protes di seluruh negeri mempersulit operasi Amazon, salah satu dari sedikit perusahaan yang harus berinteraksi dengan konsumen dalam menjalankan bisnisnya selama pandemi.

Sementara itu Target Corp, perusahaan ritel yang berbasis di Minneapolis di mana Floyd meninggal dalam tahanan polisi, telah menutup sebanyak 32 toko di daerah tersebut. Puluhan gerai Target di seluruh negeri juga ditutup untuk sementara waktu.

"Kami adalah komunitas yang menderita," kata Chief Executive Officer Brian Cornell dalam sebuah pernyataan tak lama setelah kematian Floyd.

Sementara itu di Chicago dan Los Angeles, para pengantar barang Amazon telah diperingatkan untuk tak melanjutkan pekerjaan dengan alasan keamanan.

"Jika Anda saat ini sedang mengantarkan paket, berhentilah segera dan pulang ke rumah. Jika Anda belum menyelesaikan rute Anda, harap kembalikan paket yang tidak terkirim ke lokasi penjemputan kapan pun Anda bisa melakukannya," demikian bunyi pesan dari perusahaan.

Amazon menyatakan bersama pejabat lokal pihaknya akan terus memantau aksi demonstrasi. Perusahaan hanya akan membuka kembali stasiun pengiriman ketika situasi sudah aman. Rute pengiriman juga akan disesuaikan dengan titik-titik demonstrasi di setiap kode pos.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat amazon.com George Floyd

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top