Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Firli Ikut Upacara HUT Bhayangkara dari KPK, Ini Kritik ICW

Ketua KPK Firli Bahuri dan sejumlah pejabat struktural KPK dari institusi Polri mengikuti upacara peringatan hari lahir korps Bhayangkara secara virtual.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  19:13 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan tanggapannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2020). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan tanggapannya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2020). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan bahwa Ketua KPK Firli Bahuri dan sejumlah pejabat struktural KPK dari institusi Polri mengikuti upacara peringatan hari lahir korps Bhayangkara.

Plt Juru Bicara Ali Fikri mengatakan upacara tersebut dilakukan secara virtual. Dia mengatakan upacara dilaksanakan di Istana Negara.

"Benar, dalam rangka peringatan hari Bhayangkara tahun 2020, Ketua KPK dan pejabat struktural yang berasal dari institusi Polri mengikuti upacara secara virtual dari Gedung KPK. Upacara tersebut dilakukan dari Istana Negara yang dipimpin oleh Presiden dan dihadiri pula oleh Wapres RI," kata Ali, Rabu (1/7/2020).

Ali mengatakan upacara ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena mengingat wabah Covid-19.

"Kegiatan upacara peringatan Hari Bhayangkara juga dilakukan secara daring oleh para pejabat di Kementerian/Lembaga di kantor masing-masing sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah Covid 19," kata Ali.

Keikutsertaan Firli dalam upacara ini dikritik Indonesia Corruption Watch (ICW). Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan keikutsertaan Firli dalam upacara tersebut merupakan konsekuensi logis dari sikap Komjen Firli Bahuri yang menolak mundur sebagai anggota kepolisian.

Menurut Kurnia, ikutnya Firli dalam upacara Hari Bhayangkara berpotensi melahirkan loyalitas ganda. Pasalnya, kata dia, di waktu yang sama selain sebagai ketua KPK Firli menjadi bawahan Kapolri, juga mengabdi untuk institusi kepolisian.

"Kedua, rawan terjadi konflik kepentingan. Misalnya, bagaimana publik akan yakin bahwa yang bersangkutan akan objektif ketika menangani perkara korupsi yang menyentuh oknum di kepolisian?" kata Kurnia.

Kurnia menilai Firli tidak memahami bahwa gedung KPK dipergunakan menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

"Bukan justru untuk merayakan hari lahir institusi tertentu," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK icw hut bhayangkara
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top