Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Boeing 737 Max Jalani Uji Coba Terbang Sebelum Sertifikasi Komersial

Uji coba itu menandai segera berakhirnya sanksi larangan terbang terhadap 737 Max yang diterapkan mulai Maret 2019.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  15:02 WIB
Foto udara yang menunjukkan pesawat 737 MAX buatan Boeing diparkir di pabrik Boeing di Renton, Washington, Kamis (21/3/2019). - Reuters/Lindsey Wasson
Foto udara yang menunjukkan pesawat 737 MAX buatan Boeing diparkir di pabrik Boeing di Renton, Washington, Kamis (21/3/2019). - Reuters/Lindsey Wasson

Bisnis.com, JAKARTA - Boeing Co. dan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat memulai serangkaian penerbangan untuk menguji apakah 737 Max, yang telah diubah, aman dikemudikan setelah dua kecelakaan mematikan yang memicu sanksi.

Uji coba itu menandai segera berakhirnya sanksi larangan terbang terhadap 737 Max yang diterapkan mulai Maret 2019. Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, FAA berencana untuk menempatkan peralatan pemantauan melalui pemeriksaan yang ketat pada jet itu.

Tes sistem kontrol penerbangan yang dirancang ulang Boeing telah berulang kali ditunda selama tahun lalu karena teknisi dan regulator menandai masalah keamanan tambahan. Pencabutan larangan terbang akan memungkinkan Boeing untuk melanjutkan pengiriman 737 dan mulai menghasilkan uang setelah menelan biaya landasan sekitar US$20 miliar.

"Sementara penerbangan sertifikasi merupakan tonggak penting, sejumlah tugas utama tetap ada. Kami mengikuti proses dan akan mengambil waktu yang dibutuhkan untuk meninjau pekerjaan Boeing secara menyeluruh," kata FAA dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Selasa (30/6/2020).

Dalam kasus Max, pengujian dimaksudkan untuk memastikan bahwa fitur yang disebut sebagai penyebab 2 kecelakaan, telah dirancang ulang dengan benar. Pilot akan kembali melakukan putaran dengan sayap mendekati 90 derajat. Simulasi itu akan menguji perangkat lunak Boeing yang gagal mengarahkan hidung pesawat dalam dua kecelakaan mematikan sebelumnya sehingga pilot kehilangan kendali.

Butuh berbulan-bulan bagi agen untuk menyelesaikan standar pelatihan pilot baru dan mengeluarkan peraturan yang mengatur beberapa perubahan perangkat lunak dan perangkat keras pada pesawat.

Pelanggan maskapai penerbangan telah diberitahu bahwa Max dapat disertifikasi pada September mendatang jika semuanya berjalan dengan baik, meskipun masih harus melatih ulang pilot dan melakukan perawatan pada armada pesawat yang telah disimpan sebelum pesawat memasuki layanan komersial.

"Penting untuk dicatat, mencapai langkah ini tidak berarti FAA telah menyelesaikan evaluasi kepatuhannya atau pekerjaan lain yang terkait dengan pengembalian ke layanan. FAA belum membuat keputusan untuk kembali ke layanan," kata badan tersebut

Setelah Boeing diizinkan untuk melanjutkan pengiriman 737, FAA akan mengawasi pengiriman setiap pesawat dari pabriknya di Seattle. Badan itu juga akan memeriksa 450 atau lebih pesawat yang belum terkirim.

Sementara itu, saham Boeing melonjak 14 persen menjadi US$194,49 pada penutupan di New York, kenaikan terbesar pada Dow Jones Industrial Average.

Beberapa pemasok utama Max juga meraup peningkatan. Saham Spirit AeroSystems Holdings Inc., yang membuat pesawat jet, melonjak 17 persen, sementara Triumph Group Inc. naik 18 persen. Southwest Airlines Co., pelanggan Max terbesar, melonjak hampir 10 persen, terbesar di antara operator utama AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat boeing boeing 737

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top