Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pepsi Diam-Diam Ikut Boikot Iklan di Facebook

Aksi boikot terhadap iklan di Facebook oleh perusahaan-perusahaan besar makin meluas. Kini Pepsico dikabarkan akan ikut serta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  08:58 WIB
Sebuah kaleng dan segelas Pepsi, minuman ringan berkarbonasi yang diproduksi dan diproduksi oleh PepsiCo. - ANTARA
Sebuah kaleng dan segelas Pepsi, minuman ringan berkarbonasi yang diproduksi dan diproduksi oleh PepsiCo. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – PepsiCo dikabarkan bakal ikut serta dengan langkah sejumlah perusahaan lain untuk memboikot iklannya di Facebook.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (28/6/2020), salah satu sumber dari PepsiCo mengatakan kepada Fox Business bahwa perusahaan diam-diam bergabung dengan aksi boikot iklan di Facebook. Informasi itu diperoleh dari cuitan Charles Gasparino, jurnalis Fox Business di akun Twitternya,

Kendati demikian, hingga saat ini PepsiCo belum secara terbuka mengumumkan langkah yang digambarkan sebagai boikot global terhadap iklan di Facebook tersebut.

Seperti diketahui, Facebook dan jaringan bisnis media sosialnya seperti Instagram dinilai publik gagal melakukan perlindungan terhadap konten yang berisi rasisme, ujaran kebencian dan konten yang menyesatkan.

Kelompok-kelompok termasuk Anti-Defamation League dan Color of Change memulai kampanye yang disebut Stop Hate for Profit untuk mendorong pengiklan memboikot iklan di Facebook pada bulan Juli. Langkah Verizon menyusul partisipasi oleh Recreational Equipment Inc., Patagonia Inc., Upwork Inc., Ben & Jerry's dan merek lain.

Selain Verizon, sejumlah perusahaan yang telah menyatakan ikut serta dalam aksi boikot iklan di Facebook antara lain Coca-Cola dan Unilever.

Akibat aksi boikot iklan di Facebook tersebut, kekayaan pemilik media sosial tersebut yakni Mark Zuckerberg menguap sebesar US$7,2 miliar.

Saham perusahaan media sosial turun hingga 8,3 persen pada hari Jumat (27/6/2020), penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir, setelah Unilever mengumumkan menarik iklan dari beberapa jejaring sosial, termasuk Facebook.

Adapun, Unilever adalah salah satu klien iklan terbesar Facebook. 

Zuckerberg segera menanggapi kritik yang berkembang tentang disinformasi di situsnya. Dia mengumumkan perusahaan akan melabeli semua posting yang berhubungan dengan pemungutan suara dengan tautan yang mendorong pengguna untuk mengecek pusat informasi yang valid.

"Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini," kata Zuckerberg seperti dilansir di Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook rasisme pepsico inc

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top