Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekayaan CEO Facebook Mark Zuckerberg Susut US$7,2 Miliar Akibat Boikot Iklan

Kekayaan Zuckerberg turun menjadi US$82,3 miliar seperti dikalkulasi Bloomberg Billionaires Index akibat sejumlah perusahaan menarik iklan dari Facebook.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  13:29 WIB
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg - Reuters/Robert Galbraith
Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg - Reuters/Robert Galbraith

Bisnis.com, JAKARTA - Kekayaan Mark Zuckerberg menguap sebesar US$7,2 miliar setelah berbagai perusahaan menarik iklannya dari jaringan media sosial Facebook Inc.

Saham perusahaan media sosial turun hingga 8,3 persen pada hari Jumat (27/6/2020), penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir, setelah Unilever mengumumkan menarik iklan dari beberapa jejaring sosial, termasuk Facebook.

Unilever yang mengikuti langka perusahaan lain di AS mengungkapkan perusahaan akan berhenti menghabiskan uang di Facebook tahun ini. Unilever adalah salah satu klien iklan terbesar Facebook. 

Penurunan harga saham Facebook membuat perusahaan kehilangan US$56 miliar dari nilai pasar saham tersebut. Alhasil, kekayaan Zuckerberg turun menjadi US$82,3 miliar seperti dikalkulasi Bloomberg Billionaires Index.

CEO Facebook tersebut turun satu tingkat ke posisi keempat, disusul oleh bos Louis Vuitton Bernard Arnault yang baru saja menjadi salah satu dari tiga orang terkaya di dunia bersama dengan Jeff Bezos dan Bill Gates.

Perusahaan-perusahaan dari Verizon Communications Inc. hingga Hershey Co. juga telah menghentikan iklan media sosial setelah para kritikus mengatakan bahwa Facebook telah gagal untuk secara mengelola ujaran kebencian dan disinformasi di platform media sosialnya.

Coca-Cola Co. mengatakan akan menghentikan semua iklan berbayar di semua platform media sosial selama setidaknya 30 hari.

Zuckerberg segera menanggapi kritik yang berkembang tentang disinformasi di situsnya. Dia mengumumkan perusahaan akan melabeli semua posting yang berhubungan dengan pemungutan suara dengan tautan yang mendorong pengguna untuk mengecek pusat informasi yang valid.

"Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini," kata Zuckerberg seperti dilansir di Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook Mark Zuckerberg

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top