Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebanyakan Pengungsi Rohingya di Aceh Utara Alami Malnutrisi

Pengungsi Rohingya di Aceh, yang dievakuasi dari kapal di perairan Aceh Utara pekan lalu, mengalami malnutrisi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  11:16 WIB
Pengungsi etnis Rohingya di Aceh./Antara - Syifa Yulinnas
Pengungsi etnis Rohingya di Aceh./Antara - Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi kesehatan pengungsi asal etnis Rohingya di Aceh sempat mengkhawatirkan setelah dibawa ke daratan Kabupaten Aceh Utara pekan lalu.

Salah seorang petugas medis yang bergabung dengan tim Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara dr Niza Novrizal mengatakan bahwa kebanyakan para pengungsi mengalami malnutrisi akibat kurang asupan nutrisi.

Mereka juga mengalami dehidrasi atau kurang cairan, gangguan pencerhaan, serta demam. Kebanyakan anak-anak dari pengungsi asal Myanmar itu juga menderita diare.

“Kebanyakan para pengungsi mengalami gatal-gatal. Kami dari tim medis Aceh Utara memberikan pengobatan langsung,” katanya kepada Bisnis pada Minggu (28/6/2020).

Sebanyak 99 orang etnis Rohingya ditemukan terdampar di perairan Aceh Utara pada Kamis (25/6/2020). Saat didapati, kondisi kapal dalam kondisi rusak dan miring.

Mereka kemudian dibawa ke daratan Kabupaten Aceh Utara oleh nelayan setempat. Setelah itu, puluhan orang tersebut dipindahkan ke bekas kantor imigrasi Kota Lhokseumawe di Kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Saat pemeriksaan langsung, petugas medis juga mengenakan face shield atau pelindung wajah. Mereka juga sempat menjalani rapid test namun hasilnya non reaktif.

‘Pemberian obat-obatan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan fokus utama pemerintah saat ini ialah pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian penampungan sementara, dan pelayanan kesehatan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat juga berkerja sama dengan UNHCR dan IOM akan segera melakukan upaya-upaya lebih lanjut terkait penanganan 99 orang migran etnis Rohingya tersebut.

“Masyarakat Aceh Utara dan Lembaga Sosial Masyarakat Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan. Otoritas Indonesia juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur penyelundupan manusia sehingga migran ireguler tersebut menjadi korban,” katanya Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, penyelundupan manusia adalah kejahatan yang harus dihentikan dan memerlukan kerja sama kawasan dan internasional.

Dia mengatakan perjalanan laut yang tidak aman ini dipastikan akan terus terjadi sepanjang akar masalah tidak diselesaikan.

“Bagi Indonesia, upaya menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State penting untuk terus dilakukan agar etnis Rohingya dapat kembali secara sukarela, aman dan bermartabat di rumah mereka, di Rakhine State,” kata Menlu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh rohingya
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top