Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Situs Penting di Tulungagung, Arkeolog Rekomendasikan Ekskavasi

Eskavasi perlu dilakukan salah satunya lantaran adanya temuan struktur bata merah kuno di Dusun Balesono, Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  02:25 WIB
Arkeolog meneliti objek bata kuno di kawasan kebun warga di Dusun Balesono, Karangrejo, Tulungagung, Kamis (25/6/2020)/Antara - Istimewa
Arkeolog meneliti objek bata kuno di kawasan kebun warga di Dusun Balesono, Karangrejo, Tulungagung, Kamis (25/6/2020)/Antara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah situs penting di beberapa areal di Tulunggagung diyakini memiliki angka kesejarahan tinggi sehingga perlu dilakukan eskavasi atau pengumpulan data melalui penggalian tanah yang sistematik.

Hal itu menjadi rekomendasi Tim Arkeologi Balai Besar Pelestarian Cagar Budaya (BBPCB) Jawa Timur usai menyelesaikan serangkaian kajian dan identifikasi lapangan terhadap sejumlah objek cagar budaya yang dilaporkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung di Tulungagung, Jumat (26/6/2020).

Salah satu arkeolog BBPCB Jatim, Mochamamd Ichwan mengatakan terdapat dua situs yang perlu dilanjutkan dengan penggalian arkeologis yakni temuan struktur bata merah kuno di Dusun Balesono, Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo dan sumur kuno berbentuk persegi delapan yang baru ditemukan dekat bantaran Sungai Brantas di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol.

"Yang di Balesono ini penting dilakukan ekskavasi karena di sekitar struktur bata merah kuno, ditemukan pula struktur tatanan batu untuk lantai, ambang pintu dari batu persegi dengan penanda kombinasi angka yang merujuk tahun saka abad XII, juga sejumlah tembikar kuno," tutur Ichwan.

Situs di Balesono ini, jelas dia, menarik untuk digali dengan area lebih luas untuk mengetahui bentuk bangunan dari struktur bata merah kuno tersebut.

"Tatanan bata merahnya masih asli. Objek cagar budaya yang ditemukan pada akhir 2019 oleh pemilik kebun ini dulunya terpendam di kedalaman sekitar satu meter dengan posisi memanjang," imbuhnya.

Menurut Ichwan, opsi ekskavasi juga direkomendasikan di sekitar sumur kuno yang berlokasi di sekitar bantaran Sungai Brantas, Desa Sambirobyong karena di sekitar lokasi ditemukan 20 benda sejenis tembikar kuno.

Kuat dugaan di sekitar lokasi sumur kuno itu meninggalkan banyak jejak peradaban masyarakat Jawa kuno, mengingat dahulu Sungai Brantas merupakan jalur transportasi masyarakat saat itu, khususnya era zaman kerajaan Singasari dan Majapahit.

"Untuk arca dewa dan dua arca pala mungkin bisa dilestarikan di tempatnya sekarang, mengingat objek Caar Busga itu memiliki nilai penting untuk pendidikan dan kesejarahan," katanya.

Terkait ekskavasi sendiri, Ichwan menyatakan pihaknya segera membuat laporan kajian sejarah yang akan dilampirkan dalam surat rekomendasi penggalian situs ke Pemkab Tulungagung (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung) selaku pemangku wilayah yang sebelumnya mengajukan surat permohonan penelitian ke BBPCB Jatim di Trowulan, Mojokerto.

"Ekskavasi ini pada dasarnya adalah penggalian dengan menggunakan metode kearkeologian, dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian di bidang arkeologi. Teknisnya bisa dilakukan oleh BBPCB Jatim, atau oleh pihak daerah dengan pendampingan dari tim arkeologi BBPCB Jatim," kata Ichwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arkeologi tulungagung

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top