Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maskapai Penerbangan Ini Minta Inggris Cabut Pembatasan Perjalanan

Ryanair berencana 1.000 perjalanan dalam sehari mulai 1 Juli
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  20:28 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di lapangan pacu bandara. (Bloomberg)
Sejumlah pesawat terparkir di lapangan pacu bandara. (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA— Ryanair Holdings Plc meminta agar pembatasan perjalanan ke Inggris dicabut sepenuhnya di tengah rencana pemerintah untuk membuka akses dari penumpang asal Prancis, Yunani dan Spanyol.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (27/6/2020), pekan depan pemerintah Inggris merilis secara detail terkait dengan program jembatan udara yang membebaskan protokol karantina selama dua pekan bagi pelancong yang berlibur di negara dengan penyebaran virus corona yang rendah.   

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap bahwa industri penerbangan bisa mulai pulih setelah terhantam virus corona.

Maskapai penerbangan terbesar di Inggris menuntut pemerintah mencabut ketentuan karantina secara penuh. Meskipun diterapkan, para pelaku industri penerbangan menilai pemerintah tak akan bisa benar-benar melaksanakannya dan justru terlihat ingin menghancurkan permintaan pada musim liburan musim panas.

“Ribuan keluarga Inggris mengabaikan karantina tak berguna ini karena pemesanan ke Eropa dari Inggris untuk Juli dan Agustus membanjiri Ryanair,” kata pihak Ryanair.

Adapun, Ryanair, maskapai penerbangan murah terbesar di Inggris menyebut bahwa pihaknya berencana melakukan 1.000 penerbangan setiap hari mulai 1 Juli.

Senada, maskapai penerbangan pesaingnya, EasyJet Plc juga meminta agar pemerintah menghilangkan syarat karantina yang diperkenalkan pada 8 Juni itu.

Dari sisi tingkat penyebaran virus corona, di sebagian besar negara di Benua Biru mengalami penurunan tren sehingga pemerintah di beberapa negara mulai mencari cara untuk memperbolehkan jutaan pelancong untuk mengambil liburan tahunannya sambil melindungi kenaikan kembali kasus virus corona.

Inggris telah menyatakan akan terus mengawasi penyebaran virus corona dan siap mengerem kegiatan bila terdapat kenaikan kasus di Inggris maupun di negara yang telah memiliki kesepakatan pembukaan akses penerbangan.

Lebih lanjut, destinasi akan dikategorikan dalam tiga warna yakni hijau, kuning dan merah yang mencerminkan jumlah kasus dan keandalan data. Dari tiga negara yang digarisbawahi, Spanyol dan Yunani merupakan tujuan wisata pantai paling populer bagi turis Inggris.

Prancis juga memiliki pasar liburan yang penting dan menjadi penghubung transportasi utama melalui kapal feri dan kereta api.

Adapun, dalam rencana pemerintah, seluruh penumpang yang tiba di bandara, pelabuhan dan stasiun akan diwajibkan menggunakan masker dan mengisi lokasi secara detail ketika mengunjungi Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris maskapai penerbangan ekonomi inggris Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top