Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Kembali Dibuka, Pengeluaran Konsumen AS Cetak Kenaikan Tertinggi sejak 1959

Data Departemen Perdagangan AS yang dirilis Jumat (26/6/2020) menunjukkan pengeluaran rumah tangga naik 8,2 persen pada Mei 2020 dari bulan sebelumnya.
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif Light It Blue untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara/Reuters
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif Light It Blue untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pengeluaran konsumen di Amerika Serikat mencatat rekor kenaikan seiring dengan kembali dibukanya banyak bisnis. Sebaliknya, tingkat pendapatan menurun kala banyak warga membelanjakan uang mereka.

Data Departemen Perdagangan AS yang dirilis Jumat (26/6/2020) menunjukkan pengeluaran rumah tangga naik 8,2 persen pada Mei 2020 dari bulan sebelumnya.

Kendati lebih rendah dari estimasi median dalam survei Bloomberg untuk lonjakan sebesar 9,3 persen, capaian pada Mei merupakan kenaikan terbesar dalam sejarah pencatatan sejak 1959.

Di sisi lain, tingkat penghasilan dilaporkan turun 4,2 persen, lebih kecil dari estimasi penurunan sebesar 6 persen, setelah mencatat rekor kenaikan 10,5 persen pada April yang utamanya didorong oleh pembayaran bantuan rumah tangga.

Laporan yang sama mengungkapkan bahwa pembayaran bantuan berlanjut pada bulan Mei tetapi pada tingkat yang lebih rendah ketimbang bulan April, sementara pembayaran tunjangan pengangguran melonjak.

Angka-angka tersebut menandakan pemulihan konsumsi mengalami awal yang solid karena banyak bisnis dibuka kembali dan warga Amerika menggunakan cek mereka yang dialirkan oleh pemerintah.

Meski begitu, pengeluaran bulanan masih jauh lebih lesu daripada beberapa bulan yang lalu atau sebelum pandemi Covid-19 mengemuka. Ini menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu sebelum pendorong utama pertumbuhan ekonomi Amerika sepenuhnya pulih.

Selain itu, tingkat pengangguran yang terus-menerus tinggi, bersama dengan lonjakan kasus baru Covid-19 dan rawat inap di wailayah Selatan dan Barat AS, cenderung akan membebani pengeluaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper