Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Pertimbangkan Tarif 10 Persen untuk Aluminium Asal Kanada

Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk mengenakan kembali tarif impor aluminium untuk Kanada. Pasalnya, lesunya permintaan dan rendahnya harga aluminium akibat pandemi telah menekan industri aluminium di AS.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  13:28 WIB
Ilustrasi Tumpukan aluminium -  JIBI Photo
Ilustrasi Tumpukan aluminium - JIBI Photo

Bisnis.com, PEKANBARU — Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk mengenakan kembali tarif impor aluminium untuk Kanada. Pasalnya, lesunya permintaan dan rendahnya harga aluminium akibat pandemi telah menekan industri aluminium di AS.

Menurut seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya, tarif impor itu secepatnya akan diumumkan pada akhir pekan ini.

“Jika Kanada menolak memberikan pembatasan ekspor aluminium, AS akan mengumumkan pemberlakuan kembali tarif impor sebesar 10 persen untuk aluminium dari Kanada pada Jumat (26/6/2020),” kata sumber tersebut seperti dikutip Bloomberg, Selasa (23/6/2020).

Sumber itu melanjutkan tarif yang dikenakan AS akan berlaku mulai 1 Juli 2020. Sebelumnya, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer menunjukkan kekhawatirannya terkait dengan kesulitan para produsen aluminium di AS. 

Adapun, penjualan aluminium di Negeri Paman Sam telah turun dan harga tertekan akibat permintaan berkurang pada masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, AS berniat mengurangi pasokan aluminium dari negara tetangganya seperti Kanada.

“Saya ingin mengatakan ada lonjakan [pasokan] baja dan aluminium, terutama datang dari Kanada dan beberapa dari Meksiko. Ini sesuatu yang seharusnya jadi perhatian kita, kita harus berbicara dengan Meksiko dan Kanada,” kata Lighthizer.

Asosiasi Aluminium Utama Amerika yang mewakili Century Aluminium Co. dan Magnitude 7 Metals LLC. sebelumnya meminta Lighthizer untuk menerapkan kembali tarif 10 persen untuk impor aluminium dari Kanada. Komoditas logam dari Kanada itu disebut mengganggu rantai pernjualan di AS karena harga kian tertekan.

Selanjutnya, Asosiasi Aluminium di AS yang mewakili Alcoa Corp., Rio Tinto Group, dan beberapa produsen aluminium lainnya mengkritik bahwa tarif impor untuk aluminium Kanada belum pernah diubah sejak 2017.

Apabila diimplementasikan, tarif tersebut dapat mengancam kesepakatan dagang antara AS, Meksiko dan Kanada yang akan berlaku mulai awal bulan depan

Saat dimintai konfirmasi, juru bicara Perwakilan Perdagangan AS tidak menjawab. Berdasarkan kesepakatan yang tercapai antara AS dan Kanada pada Mei 2019, Kanada harus mengurangi ekspor logamnya ke AS sebagai syarat untuk tidak dikenakan tarif baja dan aluminium. 

Seperti diketahui, tarif baja dan aluminium dari AS berlaku untuk semua negara mitranya pada 2018. Tarif ini pula yang menjadi alasan pecah perang dagang dengan China.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat kanada alumunium

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top