Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jabar Produksi Sendiri Alat Tes Covid-19, Ridwan Kamil: Lebih Akurat dan Harga Lebih Murah

Alat rapid test produksi Unpad yang dinamai dengan CePAD ini diklaim lebih akurat dan harganya juga lebih murah dibandingkan dengan alat tes impor yang ada saat ini.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  21:18 WIB
Gubernur Jawa Barat. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas
Gubernur Jawa Barat. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Universitas Padjadjaran sudah mulai memproduksi sendiri alat pendeteksi virus corona penyebab Covid-19 pada pekan ini.

Alat rapid test yang dinamai dengan CePAD ini diklaim lebih akurat dan harganya juga lebih murah dibandingkan dengan alat tes impor yang ada saat ini.

“Keakuratan 80% hampir setara dengan tes PCR. Menggunakan metode deteksi antigen bukan antibodi seperti yang selama ini dipergunakan. Dinamai DETEKSI CEPAD,” cuit Kang Emil—sapaan Ridwan Kamil—melalui akun Twitter @ridwankamil, Selasa (23/6/2020).

Alat tes cepat Covid-19 ini dikembangkan oleh Fakultas MIPA, Unpad, dan divalidasi dengan sampel virus Corona.

Cara kerjanya, CePAD akan mendeteksi antigen (virus) penyebab sakit menggunakan sampel nesofaring (swab) dan hasil dapat diketahui dalam waktu 10-15 menit.

Dalam perencanaannya, CePAD akan diproduksi Mei-Juni 2020 sebanyak 5.000 kit (untuk validasi). Sementara itu pada Juli 2020 akan diproduksi sebanyak 10.000 kit untuk disebarluaskan. Nantinya, setiap bulan akan diproduksi sebanyak 50.000 kit.

Sebelumnya, Koordinator Peneliti Rapid Test Covid-19 Unpad dari Fakultas MIPA Muhammad Yusuf mengatakan validasi ke sampel virus dilakukan setelah kedua alat tersebut tervalidasi di laboratorium.

"Kami bekerja sama dengan beberapa pihak dalam validasi ini. Saat ini, formulasi dan uji CePAD di skala laboratorium terhadap protein virus sudah menunjukkan hasil yang baik, jadi bisa dilanjutkan ke validasi di lapangan" kata Yusuf, Kamis (18/6/2020).

Yusuf menjelaskan, perbedaan rapid test 2.0 dengan rapid test yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi.

Rapid test Covid-19 yang umum mendeteksi antibodi, dan rapid test 2.0 ini mendeteksi antigen. Sehingga, kata Yusuf, rapid test 2.0 dapat mendeteksi virus lebih cepat, karena tidak perlu menunggu pembentukan antibodi saat tubuh terinfeksi virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil covid-19 rapid test
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top