Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Putin Indikasikan Incar Kepemimpinan pada 2024

Vladimir Putin tengah mempertimbangkan kemungkinan dirinya kembali maju dalam pemilihan presiden pada 2024.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  18:05 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki aula untuk bertemu dengan kandidat yang berpartisipasi dalam pemilihan presiden sesi terakhir, di Kremlin di Moskow. - Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki aula untuk bertemu dengan kandidat yang berpartisipasi dalam pemilihan presiden sesi terakhir, di Kremlin di Moskow. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Vladimir Putin tengah mempertimbangkan kemungkinan dirinya kembali maju dalam pemilihan presiden pada 2024.

“Saya tidak ingin mengeluarkan kemungkinan itu [jika konstitusi mengizinkan]. Tapi saya belum memikirkanya,” katanya dalam wawancara dengan Rossiya 1, dikutip dari Bloomberg, Senin (22/6/2020).

Pada Juli mendatang, masyarakat Rusia akan melakukan voting untuk mengubah konstitusi nasional yang telah diadopsi selama hampir 30 tahun. Salah satu amandemen dalam aturan tersebut bakal memperbolehkan Putin kembali memimpin Rusia.

Aturan itu akan menghapus masa kepemimpinan Putin ke angka 0, meski Putin sudah memimpin Rusia selama empat masa dan bakal memimpin Rusia hingga dua kali selama enam periode ketika masanya berakhir pada 2024.

Putin sendiri sudah menjabat sebagai Presiden Rusia sejak 2000, penguasa terlama sejak Josef Stalin. Tanpa amandemen, berdasarkan pengalamannya, dia justru akan mencari penerus alih-alih bekerja untuk negara. “Poin pentingnya adalah bekerja, bukan mencari penerus kepemimpinan,” tekannya.

Anggota parlemen senior yang juga pendukung Putin, Anderi Klishas mengungkapkan masyarakat harus berhenti menduga-duga siapa yang akan memimpin Rusia setelah Putin tak lagi menjabat.

“Mereka harus terbiasa dengan ide bahwa semuanya akan dalam keadaan yang sama, bahwa presiden akan bisa dipilih lagi jika konstitusi memungkinkan. Amandemen ini memungkinkan kami untuk melepaskan isu tentang penerus, pengganti kekuasaan, dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, juru bicara Putin, Dmitry Peskov mengelak tudingan bahwa sistem politik yang dibangun Putin tidak bisa berfungsi untuk mengubah kekuasaan. Akan tetapi spekulasi mengenai penerus kekuasaan diakuinya sebagai karakteristik birokrasi nasional Rusia.

Di sisi lain, analis politik Foundation for Civil Society Development di Moscow, Leonid Davydiv mengatakan tujuan sementara Putin saat ini adalah menghindari menjadi bebek yang lumpuh di akhir masa jabatannya.

Kendati demikian, Davydov menilai ada sedikit keraguan bahwa Putin akan kembali mencalonkan diri pada pemilihan mendatang.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top