Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapolda Metro Jaya: John Kei Tak Puas dengan Bagi Hasil Penjualan Tanah

Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Nana Sudjana mengemukakan bahwa John Kei dan Nus Kei juga kerap melakukan aksi saling teror dan ancam
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  14:34 WIB
Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020), memperlihatkan senjata tajam yang digunakan kelomok John Kei dalam kasus kekerasan dan penganiayaan di di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang. - Dok.Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020), memperlihatkan senjata tajam yang digunakan kelomok John Kei dalam kasus kekerasan dan penganiayaan di di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang. - Dok.Polda Metro Jaya

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyebut alasan kelompok John Kei melakukan aksi kekerasan dan penganiayaan karena tidak terima pembagian hasil penjualan tanah yang tidak dibagi merata oleh Nus Kei.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Nana Sudjana mengemukakan bahwa John Kei dan Nus Kei juga kerap melakukan aksi saling teror dan ancam lewat pesan singkat Whatsapp terkait pembagian hasil jualan tanah dalam beberapa hari terakhir.

Kemudian, kata Nana, John Kei langsung mengirim anak buahnya untuk menganiaya Nus Kei maupun anggotanya di wilayah Duri Kosambi Jakarta Barat pada hari Minggu (21/6/2020),  sekitar pukul 11.30 WIB, satu dari dua anak buah Nus Kei yang menjadi korban, tewas dengan luka bacok di sekujur badan dan satu lagi empat jarinya terputus, namun masih hidup.

Aksi kekerasan dan penganiayaan, kata Nana juga berlanjut ke kediaman Nus Kei yang berlokasi di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang pada pukul 12.30 WIB.

"Jadi ini terkait adanya ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah. Tetapi karena tidak ada penyelesaian, mereka akhirnya lalu saling ancam melalui pesan singkat," tuturnya, Senin (22/6/2020).

Gagal menemui sosok Nus Kei di kediamannya, akhirnya, kata Nana, kelompok tersebut langsung merusak dua mobil milik Nus Kei yang terparkir di kediamannya dan satu mobil tetangganya, serta beberapa kaca di rumah Nus Kei ikut hancur.

"Dari aksi kelompok ini di Cluster Australia, dua orang menjadi korban yaitu satu orang security cluster tersebut dan satu pengemudi ojek online yang tertembak di bagian jempol kaki kanannya," katanya.

Nana menjelaskan bahwa total sudah 30 orang yang diamankan dari kelompok John Kei terkait aksi tersebut. Sampai saat ini, menurutnya, tim penyidik masih mendalami peran para tersangka.

"Mereka sudah bermufakat jahat dan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana," ujarnya.

Puluhan tersangka itu dijerat dengan Pasal 88 terkait pemufakatan jahat, Pasal 340 tentang Pembunuhan, Pasal 351 tentang Penganiayaan, Pasal 170 tentang Pengrusakan, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus penganiayaan kekerasan polda metro jaya
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top