Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arab Saudi Buka Kegiatan Ekonomi, Umrah dan Penerbangan Internasional Masih Tutup

Raja Salman mengizinkan seluruh kegiatan perekonomian dan komersial dibuka kembali, tetapi penerbangan internasional, umrah, dan ziarah masih ditutup.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  13:13 WIB
Umat Muslim mengelilingi Kabah di Mekah, Arab Saudi. - Bloomberg\n
Umat Muslim mengelilingi Kabah di Mekah, Arab Saudi. - Bloomberg\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi mulai membuka aktivitas perekonomiannya pada hari ini, Minggu (21/6/2020). Kendati begitu, ziarah dan umrah masih dilarang oleh pemerintah setempat.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammed al Abd al Ali mengatakan Covid-19 sejatinya masih ada dan aktif. Namun, kembali melakukan aktivitas normal tetap dimungkinkan.

“Kembali ke aktivitas normal sekarang tetap dimungkinkan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati,” katanya dikutip Al Arabiya, Minggu (21/6/2020).

Adapun, Raja Salman mengizinkan seluruh kegiatan perekonomian dan komersial dibuka kembali. Keputusan ini diambil setelah masyarakat setempat diyakini telah mematuhi berbagai langkah pencegahan selama ini.

Meski begitu, penerbangan internasional masih ditutup. Saat ini Otoritas Umum Penerbangan Sipil negara tersebut masih melakukan peninjauan terhadap penerbangan luar negeri.

Selain itu, ziarah dan umrah di Mekkah masih dihentikan sementara. Kebijakan ini telah diambil Saudi sejak akhir Februari 2020.

Masjid-masjid yang telah tutup selama berbulan-bulan juga kembali membuka aktivitas ibadah salat mulai hari ini.

Di sisi lain masyarakat tetap dilarang berkumpul lebih dari 50 orang. Pelanggar kata Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, akan ditindak dan mendapat hukuman. Warga juga tetap diminta mengenakan masker saat ke luar rumah.

Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang menyebut kebijakan ini berlaku mulai pukul 6.00 pagi waktu Arab Saudi.

“Larangan umrah dan ziarah tetap diberlakukan dan akan dilakukan evaluasi sesuai ketentuan kesehatan,” katanya, Sabtu (20/6/2020).

Dengan lebih dari 4.000 kasus Covid-19 baru per hari, pandemi ini melonjak di Arab Saudi. Bloomberg melansir, pekan lalu Arab Saudi menjadi negara ke-15 yang mencatat 100.000 kasus penyakit ini.

Arab Saudi melaporkan 3.941 kasus Covid-19 pada Sabtu (20/6/2020). Sementara itu, total jumlah kasus mencapai 145.991 pada Kamis.

Di Jeddah dan Mekah, wilayah dengan angka kematian lima kali lebih tinggi dari ibu kota, pembatasan justru telah dikurangi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan arab saudi umrah

Sumber : Al-arabiya, Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top