Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia: Hacker Canggih Berbasis Negara Lakukan Serangan Siber

Pemerinah Australia mengeluarkan pernyataan bahwa negeri itu menjadi korban serangan siber. Siapa aktor canggih berbasis negara yang dimaksud?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  13:01 WIB
Pemerinah Australia mengeluarkan pernyataan bahwa negeri itu menjadi korban serangan siber oleh aktor canggih berbasis negara. - Youtube/Ilustrasi
Pemerinah Australia mengeluarkan pernyataan bahwa negeri itu menjadi korban serangan siber oleh aktor canggih berbasis negara. - Youtube/Ilustrasi

Bisnis.com, SYDNEY - Pemerintah Australia menyebutkan adanya aktivitas serangan siber ke negeri itu. Tanpa menyebut pelaku, Australia menyebutkan "aktor canggih berbasis negara" berada di balik serangan tersebut.

Selama ini, negara seperti China juga Korea Utara kerap dikaitkan dengan serangan siber. Meski demikian Australia tidak menyebutkan negara mana yang dimaksud. 

Perdana Menteri Australia hanya menyebutkan bahwa "aktor canggih berbasis negara" itu sedang berupaya meretas berbagai organisasi Australia selama berbulan-bulan. Upaya peretasan meningkat baru-baru ini, ujar Morrison, Jumat (19/6/2020).

Morrison menyebutkan serangan siber itu menyasar seluruh tingkatan pemerintah, organisasi politik, penyedia layanan penting dan operator infrastruktur kritis lainnya.

"Kami tahu bahwa ini adalah aktor siber canggih berbasis negara karena dilihat dari skala dan sifat penargetannya," kata Morrison saat konferensi pers di Canberra.

Morrison mengungkapkan hanya ada segelintir aktor negara yang mampu meluncurkan serangan semacam ini, tetapi Australia tidak akan mengidentifikasi negara mana yang bertanggung jawab.

Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds mengatakan tidak ada petunjuk terjadinya pembobolan data pribadi berskala besar akibat serangan siber.

Pengungkapan itu muncul setelah Reuters melaporkan bahwa Canberra pada Maret tahun lalu menetapkan China sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peretasan terhadap parlemen Australia.

Sejauh ini Australia tidak pernah secara terang-terangan menyebutkan dari mana sumber serangan tersebut dan China menolak menyatakan bertanggung jawab.

Australia, sekutu keamanan Amerika Serikat, memiliki hubungan yang renggang dengan mitra dagang terbesarnya, China, lantaran pihaknya mendesak penyelidikan asal mula sekaligus penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui kasus Covid-19 pertama kali dilaporkan muncul di Kota Wuhan, China tengah, pada Desember tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker china australia

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top