Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Kebakaran, Perusahaan Energi PG&E Harus Bayar US$4 Juta

Peristiwa yang terjadi pada 2018 tersebut menelan sebanyak 84 korban jiwa.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  01:50 WIB
Ilustrasi kebakaran. - Reuters/Romeo Ranoco
Ilustrasi kebakaran. - Reuters/Romeo Ranoco

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan energi Amerika Serikat Pacific Gas and Electric Company (PG&E Corp.) harus membayar denda senilai US$4 juta atau setara Rp56 miliar (kurs Rp14.000 per dolar AS) atas kebakaran yang terjadi pada 2018.

Peristiwa tersebut menelan sebanyak 84 korban jiwa. Hukuman yang dijatuhkan dinilai tidak sepadan dengan dampak yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran.

Hakim Negara Bagian California Michael Deems mengatakan, walaupun hukuman dirasa tidak sepadan dengan dampak yang ditimbulkan, dia menyadari kendala yang dihadapi jaksa di bawah ketentuan hukum.

"Pilihan hukuman pengadilan dalam kasus ini terbatas," ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Kamis (18/6/2020).

Dia menambahkan jika PG&E merupakan individu, hukuman yang diterima setara dengan 90 tahun penjara untuk dampak yang ditimbulkan.

Hukuman yang dijatuhkan kepada PG&E tidak mengejutkan karena perusahaan telah mengaku bersalah pada Selasa lalu atas tuduhan pembunuhan tidak sengaja.

PG&E juga akan melapor ke pihak eksternal yang ditunjuk oleh hakim federal untuk mengawasi masa percobaan untuk kasus pelanggaran keselamatan oleh perusahaan, yang berasal dari ledakan fatal di jalur gas pada 2010.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat kebakaran perusahaan Amerika Serikat

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top