Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekeluarga Reaktif Covid-19 di Surabaya Meninggal, 69 Tetangga Dirapid Test

Tiga orang sekeluarga di Jalang Gubeng Kertajaya IX G Kota Surabaya meninggal dan dua di antaranya reaktif Covid-19, sehingga rapid test digelar untuk 69 warga tetangga di pemukiman tersebut. Hasilnya empat orang dinyatakan reaktif Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Juni 2020  |  12:15 WIB
Warga mengikuti tes diagnostik cepat Covid-19 (Rapid Test) secara
Warga mengikuti tes diagnostik cepat Covid-19 (Rapid Test) secara "drive thru" di halaman Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Tes diagnostik cepat gratis yang digelar salah satu rumah sakit swasta di Surabaya itu guna mengetahui kondisi kesehatan warga sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). - Antara/Didik Suhartono\\n

Bisnis.com, SURABAYA - Tiga orang sekeluarga di Jalang Gubeng Kertajaya IX G Kota Surabaya meninggal dan dua di antaranya reaktif Covid-19, sehingga rapid test digelar untuk 69 warga tetangga di pemukiman tersebut. Hasilnya empat orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan uji swab.

"Sebagai upaya antisipasi, kami melakukan rapid test di kawasan itu," kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser di Surabaya, Sabtu (6/6/2020) seperti dilaporkan Antara.

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan pada 69 orang di kawasan Jalan Gubeng dan hasilnya menunjukkan empat orang terindikasi tertular virus corona penyebab Covid-19.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Surabaya sudah melakukan pemeriksaan lanjutan pada empat orang yang terindikasi tertular virus corona.

Sebelumnya, ada tiga orang yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak perempuan yang sedang mengandung yang meninggal dunia di permukiman warga di kawasan Jalan Gubeng.

Menurut Fikser, dua orang dalam keluarga itu reaktif atau terindikasi tertular virus corona dalam pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat dan kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun keduanya meninggal dunia sebelum hasil pemeriksaan lanjutan keluar.

Perempuan 61 tahun dalam keluarga itu dibawa ke Rumah Sakit RKZ Surabaya pada 24 Mei karena sakit dan kemudian menjalani rawat jalan. Hasil tes cepat menunjukkan perempuan itu tidak terindikasi tertular virus corona. Selanjutnya, laki-laki 68 tahun dalam keluarga itu mengalami sesak nafas sehingga dibawa ke RSI Jemursari pada 29 Mei.

Dua orang yang merupakan ayah dan ibu dalam keluarga tersebut kemudian menjalani isolasi di rumah sakit. Sang ayah meninggal dunia pada 20 Mei 2020 dan sang ibu meninggal pada 2 Mei 2020. Keduanya meninggal dunia saat menjalani isolasi.

Seorang anak perempuan mereka yang sedang mengandung dinyatakan positif tertular Covid-19 pada 26 Mei dan menjalani perawatan di RS PHC Surabaya. Dia meninggal dunia pada 31 Mei 2020, sehari setelah operasi untuk mengeluarkan janinnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya covid-19 rapid test

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top