Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CEO Facebook Buat Kecewa Pemimpin Hak Sipil AS, Kenapa ya?

Presiden Color of Change Rashad Robinson menyimpulkan bahwa Zuckerberg tidak dapat sepenuhnya memahami perubahan yang mereka cari.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  16:08 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna Facebook, di Capitol Hill di Washington, 11 April 2018. - Reuters
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna Facebook, di Capitol Hill di Washington, 11 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Chief Executive Officer Facebook Inc. Mark Zuckerberg menggelar video call selama hampir satu jam dengan para pemimpin hak-hak sipil A.S. untuk membahas masalah yang sedang berlangsung seputar kebijakan perusahaannya terkait dengan ras, pemilihan, dan topik lainnya.

Namun para peserta kecewa setelah mengikuti sesi tersebut. Presiden Color of Change Rashad Robinson menyimpulkan bahwa Zuckerberg tidak dapat sepenuhnya memahami perubahan yang mereka cari.

“Masalah dengan percakapan saya yang sedang berlangsung dengan Mark, adalah bahwa saya merasa seperti saya menghabiskan banyak waktu, dan rekan-rekan saya menghabiskan banyak waktu, menjelaskan kepadanya mengapa ini segala sesuatu adalah masalah, dan saya pikir dia tidak memiliki kemampuan untuk memahaminya,” ungkap Robinson dalam wawancara sesi video call, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (2/6/2020). 

Komentar-komentar ini muncul di tengah aksi protes di AS atas isu rasial yang dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam Afrika-Amerika, di tangan petugas kepolisian Minneapolis.

Facebook mendapat kritik dari dalam jajarannya sendiri, dengan gelombang kekecewaan di kalangan karyawan setelah CEO cenderung lepas tangan terhadap pesan yang diposting oleh Presiden Donald Trump yang tampaknya mengancam kekerasan dengan kata-kata “ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai."

Sejumlah staf senior perusahaan telah memposting di Twitter untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka kepada publik.

Facebook tidak segera memberikan komentarnya. Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Axios, Facebook mengatakan bahwa perusahaan bersyukur bahwa para pemimpin di komunitas hak-hak sipil meluangkan waktu untuk berbagi umpan balik yang jujur.

Perusahaan menambahkan bahwa itu adalah momen penting untuk mendengarkan pendapat dari yang lain dan berharap untuk melanjutkan percakapan tersebut.

Robinson juga baru-baru ini berbicara di pertemuan pemegang saham Facebook dan mengatakan dia makan malam di rumah Zuckerberg dan melakukan percakapan telepon untuk berbicara tentang topik serupa.

Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg turut bergabung dalam sesi tersebut. Semua upaya dari tim eksekutif Facebook ini menunjukkan perusahaan serius setidaknya untuk meyakinkan para pemimpin hak-hak sipil, namun Robinson cenderung menyatakan kekecewaannya.

"Dia (Zuckerberg) terus melakukan hal-hal dan membuat keputusan yang menyakiti masyarakat, membuat orang dalam bahaya, dan tidak bertanggung jawab untuk itu," kata Robinson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat facebook Mark Zuckerberg George Floyd
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top