Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jubir Penanganan Covid-19: Pergerakan Masyarakat Tak Mungkin Dicegah Sepenuhnya

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan pergerakan sosial masyarakat tidak mungkin dicegah sepenuhnya melalui skema Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  17:19 WIB
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengalami kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota, Kuningan, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlangsung, kemacetan lalu lintas masih terjadi di ibu kota. - ANTARA/Rifki N
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengalami kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota, Kuningan, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlangsung, kemacetan lalu lintas masih terjadi di ibu kota. - ANTARA/Rifki N

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan pergerakan sosial masyarakat tidak mungkin dicegah sepenuhnya melalui skema Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

“Pergerakan sosial, aktivitas sosial ke luar rumah, berada di lingkungan, pasar, tempat-tempat pertumbuhan ekonomi, melintas batas antarpemerintah ini tidak mungkin dicegah sepenuhnya,” kata Yuri dalam keterangan Pers di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencnaa (BNPB), Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Yuri beralasan konsep PSBB dimaksudkan untuk mengatur mobilitas sosial pergerakan manusia yang menjadi faktor utama pembawa virus. Penularan Covid-19, ujar Yuri, bergerak bersamaan dengan pergerakan manusia.

“Sudah lebih dari ratusan ribu spesimen yang diperiksa. Puluhan ribu yang terinfeksi. Ini disebabkan karena dinamika pergerakan manusia terkait aktivitas sosialnya. Mari kita sadar bahwa bepergian apabila tidak diperlukan sebaiknya tidak dilakukan,” kata Yuri.

Pemerintah mencatat adanya penambahan kasus baru pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, sebanyak 634 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 20.796 kasus. 

Yuri mengatakan data tersebut diperoleh hingga Jumat (22/5/2020) pukul 12,00 WIB. 

Menurutnya, data terbaru itu dihimpun dari seluruh rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di seluruh Indonesia. Penambahan kasus positif Covid-19 itu diperoleh dari hasil pemeriksaaan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). 

Selain itu, ada penambahan kasus meninggal sebanyak 48 orang. Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 1.326 orang yang meninggal akibat virus SARS-CoV-2 di Indonesia. 

Di sisi lain, ada sebanyak 219 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, total ada 5.057 pasien yang telah sembuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Achmad Yurianto
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top