Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Ritel J.C. Penney Diambang Kepailitan

J. C. Penney Co. mengajukan permohonan kepailitan menyusul kondisi bisnis yang terus mengalami penurunan dan tak mampu bangkit, serta utang yang sudah jatuh tempo
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  15:34 WIB
Ilustrasi - SSA Advocates
Ilustrasi - SSA Advocates

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan ritel J. C. Penney Co. mengajukan permohonan kepailitan menyusul kondisi bisnis yang terus mengalami penurunan dan tak mampu bangkit, serta utang yang sudah jatuh tempo, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (16/5/2020).

Padahal, pusat perbelanjaan raksasa asal Amerika Serikat ini pernah berada di masa jaya dengan gerai cabang yang tersebar dimana-mana.

Sebelumnya, perusahaan tengah berupaya mencari cara dalam membayar tagihan utang. Dalam, sebuah pernyataan, J. C. Penney pernah mengungkapkan akan menutup beberapa toko secara permanen dan perusahaan bersiap melakukan penjualan.

Namun, kenyataan berkata lain. Pada akhirnya, pandemi Covid-19 menumbangkan J.C. Penney, yang berjuang selama bertahun-tahun untuk mempertahankan pelanggan dan meringankan beban utang jutaan dolar.

Pengajuan kebangkrutan dilakukan di Corpus Christi, Texas, termasuk US$900 juta untuk mendanai perusahaan selama restrukturisasi, US$ 450 juta modal segar dari pemberi pinjaman yang ada. Sekitar 70 persen dari pemberi pinjaman lien pertamanya telah menandatangani rencana tersebut.

Perusahaan mengatakan berutang sekitar US$8 miliar kepada lebih dari 100.000 kreditur, dan menyusun rencana restrukturisasi bertujuan untuk mengurangi beban utang tersebut.

Chief Executive Officer Jill Soltau, bergabung pada 2018 dan memulai rencana perubahan haluan yang tinggi untuk perusahaan. Namun, penutupan toko-toko yang disebabkan oleh pandemi membuat Soltau tidak mungkin melakukannya.

"Menerapkan rencana restrukturisasi keuangan ini melalui proses yang diawasi pengadilan adalah jalan terbaik untuk memastikan bahwa J.C. Penney akan membangun lebih dari 100 tahun sejarahnya untuk melayani pelanggan kami selama beberapa dekade mendatang," kata Soltau dalam pernyataan perusahaan.

Didirikan oleh James Cash Penney pada tahun 1902, J.C. Penney mengoperasikan 846 department store di 49 negara bagian dan Puerto Rico pada 1 Februari, menurut arsip perusahaan. Saham, yang diperdagangkan lebih dari US$87 pada tahun 2007, sekarang dijual hanya dengan beberapa sen dollar atau penny per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pailit ritel
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top